Wah, WNA Asal China Sudah Dibuatkan e-KTP Bahkan Bisa Ikut Pilpres 2024, Dirjen Dukcapil Ungkap Syarat-syaratnya

Rabu, 1 Juni 2022 18:07 WIB

Share
Wah, WNA Asal China Sudah Dibuatkan e-KTP Bahkan Bisa Ikut Pilpres 2024, Dirjen Dukcapil Ungkap Syarat-syaratnya
WNA China yang jadi bos Pinjol ilegal di Indonesia ditangkap di bandara Soekarno-Hatta saat hendak terbang ke Turki. (Ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kabar WNA asal China sudah dibuatkan KTP elektronik, bahkan bisa ikut Pemilu dan Pilpres di 2024 kembali memanas di dunia maya. 

Informasi ini dipertegas Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh terkait alasan WNA harus memiliki KTP-elektronik (e-KTP).

Zudan tak menampik kabar ini sudah beredar sejak dua tahun silam. Namun kemudian menjadi pembahasan panas para netizen di media sosial. 

Dalam informasi yang diunggah sebuah akun media sosial TikTok bahwa ada WNA tenaga kerja asing (TKA) China mulai dibuatkan KTP WNI dengan nama palsu untuk disiapkan pada agenda Pemilu 2024.

Zudan meluruskan kabar itu. Menurutnya,  sesuai UU No. 23 Tahun 2006 jo UU No. 24 Tahun 2013 tentang Adminduk, setiap WNA yang punya Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) dapat diberikan e-KTP. 

"Syaratnya sangat ketat, harus punya KITAP yang diterbitkan oleh Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM baru diterbitkan KTP-el oleh Dinas Dukcapil," kata Dirjen Zudan dikutip dari akun Tiktok @zudanariffakrulloh, Selasa (31/5/2022). 

Zudan juga mengungkapkan jumlah WNA yang sudah mengurus KTP-el. 

"Saya sebagai penanggung jawab akhir pelayanan Adminduk melihat dalam database Dukcapil Kemendagri saat ini terdapat kurang lebih 13.056 ribu WNA yang sudah mengurus KTP-el. Jadi jumlahnya tidak sampai jutaan," tegasnya.

Ada 10 negara asal WNA yang paling banyak punya KTP-el. 

Pertama Korea Selatan, kedua Jepang, ketiga Australia, keempat Belanda, kelima Tiongkok, keenam Amerika Serikat, ketujuh Inggris, kedelapan India, kesembilan Jerman, dan ke-10 warga negara Malaysia.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar