Meski Curhat ke Patung Jenderal Sudirman, Polda Metro Tak Mengubah Keputusan Mengeliminasi Fahri Fadilah jadi Bintara Polri

Kamis, 2 Juni 2022 21:06 WIB

Share
Meski Curhat ke Patung Jenderal Sudirman, Polda Metro Tak Mengubah Keputusan Mengeliminasi Fahri Fadilah jadi Bintara Polri
Video viral Fahri Fadilah Nur Rizki (21) yang gagal menjadi anggota Bintara Polri.(ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Polemik kasus gagalnya seorang pemuda bernama Fahri Fadilah Nur Rizki (21) menjadi anggota Bintara Polri, semakin hangat.

Terlebih, tindakan Fahri yang mengunggah sebuah video yang diduga sebagai bentuk curahan hatinya kepada patung Jenderal Sudirman di media sosial, sehingga membawa masyarakat berempati lebih akan nasib yang dialaminya.

Namun Polda Metro Jaya telah menegaskan tak bakal mengubah keputusan yang telah mengeliminasi Fahri sebagai anggota Bintara Polri.

Pasalnya, Polda Metro Jaya telah menghargai dan mempedomani apa yang menjadi hasil tes tim dokter yang telah menggunalan metode scientific dan juga kode etik kedokteran.

"Jadi hasil yang dilakukan oleh tim dokter untuk menentukan kesehatan mata yang bersangkutan hasilnya adalah buta warna parsial," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan kepada wartawan, Kamis (2/6/2022).

Zulpan menyatakan, sikap Polda Metro Jaya hingga hari ini pun tetap tak bakal berubah. Menurut perwira menengah Polri itu, keputusan yang dinyatakan oleh Polda Metro Jaya adalah keputusan yang sahih dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

"Kemudian sikap Polda Metro Jaya hingga sampai hari ini, kami tidak akan mengubah keputusan itu karena keputusan tersebut dapat dipertanggung jawabkan," tegas Zulpan.

Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1995 itu menjelaskan, giat supervisi yang telah berdampak pada tereliminasinya Fahri, merupakan suatu rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam tahap peneriman anggota Polri.

"Di mana supervisi ini adalah tahapannya ada di akhir, ibaratnya sama seperti kegiatan quality control terkait dengan kegiatan rekrutment yang dilakukan," jelasnya.

Perwira polisi berpangkat 3 bunga melati itu mengatakan, Polda Metro Jaya dalam kegiatan supervisi ini, tentunya mempedomani segala regulasi yang ditetapkan dari Mabes Polri. Sebab, kegiatan supervisi ini dilakukan oleh Mabes Polri selaku institusi pusat Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar