Catut Nama FPI Dukung Anies Presiden 2024, M Taufik: Polisi Harus Usut Sampai Tuntas!

Selasa, 7 Juni 2022 13:34 WIB

Share
Mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik dan massa yang mengatasnamakan FPI mendukung Anes Baswedan untuk Presiden 2024. (Foto: Kolase olahan dari Google)
Mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik dan massa yang mengatasnamakan FPI mendukung Anes Baswedan untuk Presiden 2024. (Foto: Kolase olahan dari Google)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik mendesak pihak kepolisian untuk menangkap dalang pencatutan nama Front Persaudaraan Islam (FPI).

Pasalnya FPI yang mendeklarasikan dirinya untuk mendukung Anies Baswedan sebagai Presiden 2024 adalah bentuk pemalsuan.


Menurut Taufik, orang menamakan FPI mendukung Anies sebagai presiden 2024 merupakan orang-orang yang sebaliknya, justru ingin menjatuhkan Anies dan ini merupakan cara kotor.

"Ya kalau saya baca bisa jadi begitu, karenanya saya minta supaya polisi mengusut. Polisi harus mengusut secara tuntas dong, ada yang memalsukan orgnanisasi orang," ujar Taufik di Jakarta, Selasa (7/6/2022).

Politikus Gerindera ini juga mengatakan, orang-orang seperti ini sudah kehilangan akal, sebab, ia memalsukan organisasi orang yang jelas-jelas sudah dilarang

"Ini kan, udah kehilangan akal, kalau orang malsuin kan kehilangan akal," kata taufik.


Mantan Ketua DPD Gerindra DKI ini menegaskan, bahwa bukan soal mendukung Anies sebagai Presiden yang dipermasalahkan, tetapi pemalsuan organisasi yang harus dipermasalahkan. 

"Bukan soal mendukungnya, tapi memalsukan organiasi orang yang nggak boleh," tegas Taufik.

Taufik juga menyatakan, pihaknya sedang melakukan diskusi dengan ahli hukum dan akan mengirimkan surat kepada pihak kepolisian.

"Ya bersurat dulu supaya polisi usut tuntas. Kalau perlu dilaporin, ya saya laporin. Saya lagi bahas sama ahli hukum," tandas Taufik.

Halaman
Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar