Soal Hapus Tenaga Honorer, Wagub Riza Patria Meyakini Tidak Mungkin Akan Diputus Semuanya  

Rabu, 8 Juni 2022 08:41 WIB

Share
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. (Foto: Poskota/Yono)
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. (Foto: Poskota/Yono)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria angkat bicara terkait kebijakan Pemerintan Pusat (Pempus) yang akan menghapus tenaga kerja honorer pada tahun 2023 mendatang.

"Jadi memang ini satu kebijakan yang baru disampaikan implementasi nya nanti kita akan tunggu sejauh mana kebijakan ini apa yang mendasari dan seperti apa nanti kita tunggu," ujar Wakil Gubenur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Jakarta, Rabu (8/6/2022).


Untuk saat ini, Riza mengaku pihaknya belum mengatahui secara detail dan leangkap apa yang dimaksud meniadakan tenaga honorer tersebut.

"Saya belum tau secara detail secara lengkap yang dimaksud meniadakan itu seperti apa persisnya," kata Riza.

Namun demikian, Riza meyakini, tidak mungkin kebeijakan honorer dihapus begitu saja oleh pemerintah pusat, sebab tenaga honorer sangat begitu besar jumlahnya.


"Tentu yang saya yakini tidak mungkin diputus begitu saja, mungkin yang dimaksud adalah jumlah yang masuk itu disesuaikan dengan jumlah yang keluar nanti kita akan liat ya," tuturnya.

Orang nomor dua di Jakarta ini pun mengungkapkan, bahwa Ibu Kota mempunyai tenaga honorer yang amat besar dibandingkan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Karena, lanjut dia menjelaskan, tenaga hampir di setiap instansi ada seperti sekolah, puskesmas dan masih banyak lainnya.

"Tenaga honorer itu menjadi pendukung melengkapi kekurangan dari jumlah PNS yang ada, untuk itu kita berharap nanti kebijakan yang diambil pemerintah pusat tentu akan memperhatikan keterbutuhan kita akan tenaga, SDM, untuk melengkapi PNS atau ASN yang ada, memang kebutuhan tenaga honorer dibutuhkan," beber Riza.


Diketahui, pemerintah berencana menghapus status pegawai honorer di setiap instansi pemerintahan pada 28 November 2023 mendatang. Kebijakan ini berpotensi membuat ratusan ribu pegawai honorer kehilangan pekerjaan.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar