Dipaksa Masturbasi Pakai Balsem Hingga Tengkorak Kepala Retak, Tersangka Cabul Tewas, Terdakwa Sebut Diotaki Penjaga Tahanan Polrestabes Medan

Jumat, 10 Juni 2022 19:08 WIB

Share
Dipaksa Masturbasi Pakai Balsem Hingga Tengkorak Kepala Retak, Tersangka Cabul Tewas, Terdakwa Sebut Diotaki Penjaga Tahanan Polrestabes Medan
Ruang tahanan Polrestabes Medan dan suasana sidang terdakwa penganiayaan dan kekerasan seksual terhadap tersangka pencabulan.(ist)

MEDAN, POSKOTA.CO.ID - Sebuah informasi beredar di media sosial terkait tewasnya seorang tahanan di Rumah Tahanan Polres (RTP) Polrestabes Medan.

Korban ditemukan tewas secara mengenaskan. Diduga, pelaku pencabulan terhadap teman anaknya itu dipaksa masturbasi menggunakan balsem dan dipukuli hingga tengkorak bagian kepala yang retak.. 

Informasi itu juga menyebutkan bahwa tersangka yang sebelum tewas sempat diperas sejumlah uang oleh teman-teman satu sel itu bernama lengkap Hendra Syahputra.  

Kronologis kekerasan seksual dan penganiayaan ini disebut-sebut terungkap dari sebuah sidang dalam siang pembacaan dakwaan di ruang Cakra VIII PN Kota Medan, Sumatera Utara.

Dalam sidang itu terkuak nama Leonardo Sinaga. Dia dikatakan sebagai  penjaga Rumah Tahanan (RTP) Polrestabes Medan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Pantun Marojahan Simbolon mengungkapkan terkait kekerasan seksual tersebut.  Menurutnya, korban Hendra dipaksa oleh tahanan lain bernama Rizki untuk masturbasi pakai balsem. Sebelumnya dia  dimintai uang pengamanan sebesar Rp 2 juta.

Mendengar penuturan itu, hakim Khamozaro Waruwu geram. JPU langsung diminta menindaklanjuti masalah yang didera mendiang Hendra. 

Hakim meminta agar semua fakta persidangan dilaporkan kepada Kapolri, Jendral Listyo Sigit Prabowo. 

“Saudara penuntut umum jangan anggap sepele masalah ini, ada yang tidak beres di sebuah instansi resmi di Polrestabes Medan.” ucap Waruwu.

“Kalau bisa Kapolri harus tahu masalah ini, ada yang tak beres di sel tahanan Polrestabes Medan, jadi jangan dianggap sepele,” kata hakim mengulang permintaannya kepada JPU, pada Kamis (9/6/2022). 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar