Ngeri-ngeri Sedap, PKS-PKB Berkoalisi, Sekjen PKS: Bismillah Capresnya Cak Imin gak ada Masalah

Jumat, 10 Juni 2022 15:49 WIB

Share
Ngeri-ngeri Sedap, PKS-PKB Berkoalisi, Sekjen PKS: Bismillah Capresnya Cak Imin gak ada Masalah
Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin). (Foto: Instagram/@cakiminow)

JAKARTA.POSKOTA.CO.ID - Dua partai politik (parpol) berbasis pemilih Islam yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sedang menggagas koalisi menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Gagasan koalisi itu disampaikan Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi dan Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid.


Habib Aboe mengatakan, PKS membuka peluang bagi semua parpol untuk menjalin koalisi. Pada Milad ke-20 belum lama ini, PKS mengundang sejumlah ketua umum parpol. Salah satunya Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin). 

"Itu pertemuan perjodohan, kita ingin bercinta di tempat perkawinan. PKS membuka peluang siapa saja, moga-moga ada yang bertemu jodoh. Ternyata Cak Imin menanggapi," katanya, Jumat (10/6/2022)


Bagi PKS, kata Habib Aboe, pihaknya tidak mempermasalahkan siapa calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan diusung jika nantinya PKB dan PKS benar-benar resmi berkoalisi. 

”Misalkan Gus Muhaimin presiden, silakan, insyaAllah, bismillah, gak ada masalah. Buat PKS nggak penting presiden atau wapres, buat kami yang penting bagaimana membuat NKRI lebih bahagia. Kami siap sediakan karpet merah buat repubik ini. Kita mainkan. Masuk barang itu,” ungkapnya.


Menurutnya, PKB dan PKS memiliki basis grassroot yang hampir sama. Keduanya memiliki pemilih yang militan dengan mayoritas pemilihnya adalah kelompok Islam. 

"PKS yang militan dengan PKB yang berkuasa penuh di dunia pesantren, dan merakyat dengan ulama-ulama. Itu kalau bertemu, ngeri-ngeri sedap. Semua capres akan (merapat). Serius, jangan kaget kalau sampai terjadi,” katanya.


Habib mengatakan bahwa pertemuan antara PKB dengan PKS ini bisa memecah kebuntuan politik di mana kontestasi Pilpres 2024 hanya dua pasangan calon seperti yang terjadi pada Pilpres 2019 lalu. 

”Kalau hanya dua (pasangan calon) akan terjadi gesekan yang kuat. Kita nggak mau terulang ada kadrun, kampret, cebong,” urainya.
 
Habib mengatakan, PPKB ibarat gadis cantik yang banyak dilirik oleh parpol lainnya untuk diajak berkoalisi. 

"Memang PKB ini gadis cantik. Buat PKS itu oke-oke saja. Kita mau bercinta saja. Sampai ketemu jodoh yang baik," ujar Habib.

Halaman
Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar