Mendadak jadi Mualaf NU, BUMN Terus Merugi Bentar Lagi Bangkrut, Erick Thohir Miskin Prestasi Kebelet Pengen Mimpin RI

Sabtu, 11 Juni 2022 14:18 WIB

Share
Mendadak jadi Mualaf NU, BUMN Terus Merugi Bentar Lagi Bangkrut, Erick Thohir Miskin Prestasi Kebelet Pengen Mimpin RI
Tangkapan layar postingan Erick Thohir mendadak jadi mualaf NU.(ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Tagar ErickMiskinPrestasi menjadi trending pada Sabrtu (11/6/2022). Para netizen menyoroti kinerja Menteri BUMN itu. Sejak dipegang Erick Thohir, aset BUMNterus terkikis.

Hal ini terlihat dari tabel yang diunggah seorang netizen dalam cuitannya. Dia membandingkan jumlah aset sejak tahun 2014 hingga 2021.

Pada tahun 2014, akun quvvat itu menyebutkan bahwa Kementerian BUMN memiliki Return On Asset BUMN makin turun. Return on Assets (ROA) Return on Assets atau ROA menurut para ahli mengungkapkan bahwa ROA merupakan rasio yang menunjukan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. 

Kinerja Erick Thohir pun disorot sejumlah pihak setelah, Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan kondisi dua BUMN, yakni PLN dan Pertamina yang alami kerugian ratusan triliun..


 Deputi Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat Yan Harahap Erick Thohir sebaiknya mengundurkan diri saja dari kursi Menteri BUMN.

Apalagi akhir-akhir ini, menteri yang berprofesi sebagai pengusaha itu mulai terlihat sibuk dengan kampanye menuju Pilpres 2024.

“Mundurlah jika sudah tak mampu. Mendingan fokus saja kampanye. Atau memang niatnya kampanye ‘gratisan’?,” kata Yan di akun Twitternya, Jumat (10/6/2022).

Sebelumnya, Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Mulyanto mendesak Menteri BUMN Erick Thohir fokus urus Pertamina dan PLN yang terus mengalami kerugian. Menurutnya, Erick jangan asyik kampanye ke berbagai daerah tapi lupa dengan kewajiban utamanya sebagai menteri.

Apalagi sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani menyebutkan dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor energi, PT Pertamina (Persero) mencapai Rp 191,2 triliun dan PT PLN (Persero) mengalami kerugian sebesar Rp 71,1 triliun. Menurut Menkeu, kerugian itu akibat lonjakan harga batu bara dan minyak mentah yang jadi bahan baku produksi kedua BUMN tersebut.

Dalam tagar itu, netizen juga mendesak pemerintah mencari pengganti Erick Thohir. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar