Ada Sub Varian Omicron BA.4 dan BA.5, Kasus Covid-19 di Jakarta Kembali Melonjak Naik, PSI Desak Pemprov DKI Jangan Lelet

Senin, 13 Juni 2022 15:45 WIB

Share
Ilustrasi COVID-19. Foto: Pixabay
Ilustrasi COVID-19. Foto: Pixabay

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kasus Covid-19 di DKI Jakarta kini tengah mengalami lonjakan. Berdasarkan data dari Pemprov DKI Jakarta pada Minggu (12/6/2022) tercatat ada penambahan kasus positif sebanyak 322 dalam kurun waktu 24 jam.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Idris Ahmad mendesak Pemprov DKI mengambil tindakan yang diperlukan dalam mencegah lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta yang sedang dalam masa pemulihan ekonomi.

"Kita sudah pernah menghadapi beberapa masa lonjakan kasus, saya harap geraknya lebih cepat. Apalagi sekarang ada subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang penularannya cepat," ujar Idris dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/6/2022).

"Kita harus siaga melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan. Jangan sampai pemulihan ekonomi kembali terhambat karena kurang antisipasi. Kasihan nanti resto, warung, UMKM harus mengurangi kapasitas atau malah harus tutup," sambunya.

Oleh karena itu, Idris meminta Pemprov DKI tidak tutup mata terhadap kemungkinan ada lonjakan kasus Covid-19 ke depannya karena saat ini kegiatan sudah berjalan seperti keadaan normal.

"Jangan sampai karena sekarang seakan-akan semuanya sudah normal, jadi tidak ada persiapan dari pemprov. Seperti Singapura misalnya, sudah memprediksi bahwa akibat dari subvarian Omicron tersebut, akan ada gelombang lonjakan di Singapura pada Juli atau Agustus 2022 mendatang," tandas Idris.

Dikatakan Idris, salah satu antisipasi yang bisa dilakukan adalah dengan memperbanyak lagi sentra vaksinasi booster yang angka capaiannya belum optimal.

"Per Senin (13/6/2022), penerima vaksinasi Booster di Jakarta berjumlah total 3.9 juta. Padahal, penerima vaksinasi dosis I dan dosis II yang ber-KTP Jakarta berjumlah 8.8 juta dan 7.9 juta. Artinya belum sampai 50%. Saya mendorong Pemprov kembali memasifkan sentra-sentra vaksinanasi di semua wilayah untuk melindungi warga Jakarta," pungkas Idris. 
(Aldi Rinaldi)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar