Polisi Kembali Tangkap Petinggi Khilafatul Muslimin, Jabatannya gak Main-main sebagai Menteri Pendidikan

Senin, 13 Juni 2022 16:15 WIB

Share
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan. (poskota.co.id/pandi)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan. (poskota.co.id/pandi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Polisi kembali menangkap seorang petinggi Khilafatul Muslimin di Mojokerto, Jawa Timur pada Minggu Senin (13/6/2022), sekitar pukul 00.30 WIB.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Endra Zulpan mengatakan, inisial AS merupakan sosok sentral di Khilafatul Muslimin di mana menjabat sebagai Menteri Pendidikan.

"Jadi AS ini atas perintah Khalifajnya berperan untuk menetapkan bahan ajar atau kurikulum lembaga pendidikan yang terafiliasi dengan Khilafatul Muslimin," ujar Zulpan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (13/6/2022).


Perwira menengah Polri itu melanjutkan, selain berperan untuk menetapkan kurikulum, AS juga berperan sebagai pembuat konten di buletin dan artikel yang diterbitkan organisasi Khilafatul Muslimin.

"Yang bersangkutan ini juga penulis di buletin, koran, dan lain-lain yang dikeluarkan oleh Khilafatul Muslimin yang berisikan ajaran ataupun paham yang bertentangan dengan Pancasila," ujar Zulpan.


Dengan ditangkapnya AS, ucap Zulpan, hingga saat ini artinya Polda Metro Jaya telah berhasil menangkap sebanyak enam orang pentolan organisasi Khilafatul Muslimin.

"Iya jadi ada enam, tapi ini masih akan kami kembangkan, akan kami cari sampai tuntas Khilafatul Muslimin ini," pungkasnya.

Sebelumnya, tim Polda Metro Jaya juga telah berhasil menangkap sosok pemimpin tertinggi organisasi Khilafatul Muslimin, yakni Abdul Qadir Hasan Baraja (AQHB) yang ditangkap di wilayah Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, Lampung pada Selasa (7/6/2022).


Kemudian, empat hari berselang, Polda Metro kembali melakukan giat penangkapan. Dalam giat tersebut, tim penyidik berhasil menangkap empat orang anggota organisasi Khilafatul Muslimin di sejumlah wilayah yang berbeda, seperti di Lampung, Medan, dan Bekasi.

Empat orang yang ditangkap tersebut berinisial AA, IN, F, dan SW. Mereka ditangkap dengan sejumlah peran yang berbeda di organisasi tersebut.

Halaman
Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar