Tiap Hari Naik, Terpaksa Nombok, Pedagang Pasar Terpaksa Ngoplos Cabai Rawit Merah Campur Putih Biar Untung

Senin, 13 Juni 2022 15:54 WIB

Share
Tiap Hari Naik, Terpaksa Nombok, Pedagang Pasar Terpaksa Ngoplos Cabai Rawit Merah Campur Putih Biar Untung
Sri, pedagang sayur mayur di Pasar Slipi, Jakarta Barat.(Foto: Pandi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Harga cabai di Pasar  Slipi, Jakarta Barat mengalami kenaikan. Akibatnya, para pedagang mengaku harus menombok lantaran menjual masih di harga asli.

"Dampaknya banyak. Sekarang baru ngisi, ntar nombok lagi. Ntar dijual dapet sekian, beli nombok lagi," kata Sri, salah satu pedagang di Pasar Slipi saat dikonfirmasi, Senin (13/6/2022).

Sri menjelaskan, harga cabai rawit merah per hari ini naik sebesar Rp 110 ribu per kilogram, dari yang sebelumnya Rp 100 ribu.

"Tadi pagi masih jual Rp 100 ribu (per kilo). Tapi ini tadi (barang yang baru masuk) Rp 110 ribu," jelas Sri.

Menurut Sri, kenaikan cabai rawit merah sangat mempengaruhi para pelanggannya untuk membeli dengan kuantitas besar.

Dia pun menyiasatinya dengan cara dioplos dengan cabai rawit putih agar harga jualnya lebih murah, yakni Rp 70 ribu per kilo.

"Saya campur cabai rawit putih karena yang beli banyak dari pedagang (nasi goreng dan warteg) minta harga yang agak murah," tuturnya.

Selain harga cabai rawit merah, kenaikan harga pokok juga terjadi pada komoditas lainnya seperti Bawang merah.

Saat ini, harga bawang merah di Pasar Slipi yakni mencapai Rp 65 ribu dari sebelumnya Rp 45 sampai Rp 50 ribu per kilo.

"Cabai rawit hijau juga naik jadi Rp 70 ribu, sebelumnya Rp 50 sampai Rp 60 ribu," paparnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar