Tuding Ada Tekanan dari Ahmad Saroni Terkait Kasusnya, Adam Deni Nilai Jaksa Tak Bekerja Pada Negara: yang Bodoh Saya Apa JPU?

Senin, 13 Juni 2022 19:20 WIB

Share
Tuding Ada Tekanan dari Ahmad Saroni Terkait Kasusnya, Adam Deni Nilai Jaksa Tak Bekerja Pada Negara: yang Bodoh Saya Apa JPU?
Adam Deni usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.(Foto: Theresia Yusuf)

JAKARTA,POSKOTA. CO.ID - Influencer Adam Deni hari ini kembali menjalani sidang dengan agenda tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas nota pembelaan atau pledoi yang sudah dibacakan oleh Adam Deni dan kuasa hukumnya pada beberapa waktu lalu. 

Sidang lanjutan atas kasus dugaan pelanggaran Undang-undang (UU) ITE berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Utara hari ini, Senin (13/6/2022). 

Terdakwa Adam Deni tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Utara sekitar pukul 15.57 WIB. Adam nampak turun dari mobil pidana umum berwarna hitam. Ia dihadirkan dengan tangan diborgol dan mengenakan seragam tahanan yang dipadukan kemeja putih. 

Seperti biasa, sang ibunda Susiani dan kekasihnya, Elsya Rosana tampak setia menemani Adam Deni sepanjang persidangan. 

Usai persidangan, Adam Deni mengaku tak puas dengan tanggapan yang diberikan oleh pihak Jaksa penuntut umum (JPU). Lantaran dinilai tidak paham atas apa yang telah disebutkan olehnya lewat pledoi atau nota pembelaan. 

"JPU-nya payah gak bisa nanggepin pembelaan dari saya ya. Keliatan lah masih ngebahas liburan ke Bali juga, kan saya udah bilang, dia bilang liburan ke Bali itu sebelum saya membongkar kasus ini. Padahal liburan ke Bali itu saya terima setelah saya kontra dengan Ahmad Sahroni, nah tadi kan dia masih berkutat tuh, makanya saya berpikir kan, yang bodoh saya apa JPU nya, " ujar Adam Deni saat ditemui Poskota.co.id di PN Jakarta Utara, Senin (13/6/2022).

Lebih lanjut, Selebgram Adam Deni juga menuding jika Jaksa penuntut umum dianggap tidak bekerja untuk negara melainkan karena tekanan dari seterunya Ahmad Sahroni.

"Ya mungkin nanti saya kasih kejutan lagi lewat kuasa hukum saya ya. Yang pasti kita sudah liat lah JPU nya seperti apa, dari dia bisa menanggapi pledoi saya aja dia udah keliatan kok, JPU ini tidak bekerja untuk negara. Dia bekerja karena adanya dugaan tekanan, apa yang dimiliki oleh Ahmad Sahroni yaitu kekuasaan dunia karir dan jabatannya ya," tambahnya. 

Sebelumnya diberitakan, Adam Deni dan Ni Made Dwita Anggari didakwa lantaran telah melakukan transmisi, memindahkan dokumen elektronik milik Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni yang bersifat rahasia.

Akibat perbuatannya, Adam Deni dan Ni Made dikenakan Pasal 48 ayat (3) juncto Pasal 32 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 48 ayat (2) juncto Pasal 32 ayat (2) dan lebih subsider Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1).

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar