Dibilang Menko Marves Luhut Kurang Higienis, Pemerintah Akan Hapuskan Minyak Goreng Curah, Gantinya Migor Sederhana

Selasa, 14 Juni 2022 16:08 WIB

Share
Dibilang Menko Marves Luhut Kurang Higienis, Pemerintah Akan Hapuskan Minyak Goreng Curah, Gantinya Migor Sederhana
Ilustrasi Minyak Goreng Curah (foto/ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah berencana menghapus peredaran minyak goreng curah karena dianggap tidak higienis.

Hal itu pun memunculkan kekhawatiran bagi Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) di tengah harga minyak goreng yang masih mahal.

Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira mengatakan, pemerintah harus memastikan ketersediaan minyak goreng kemasan sederhana dengan harga yang sesuai dengan kemampuan masyarakat sebagai pengganti minyak goreng curah.

"Selama pemerintah bisa memberikan kepastian bahwa minyak goreng kemasan sederhana sesuai HET masyarakat, otomatis berpindah ke kemasan sederhana dibandingkan menggunakan curah," kata Bhima dalam keterangan tertulisnya, Selasa, (14/6/2022).

Bhima mengatakan, sebenarnya penggunaan minyak goreng curah ini sebagian juga dibutuhkan oleh UMKM. Kalau secara konsep, mengubah minyak goreng curah menjadi minyak goreng sederhana itu memang dilakukan di negara negara lain.

"Terutama meningkatkan pengawasan tapi mungkin yang harus dilihat, bagaimana mereka yang betul betul berhak mendapatkan minyak goreng dengan harga wajar terutama pelaku usaha UMKM karena selama ini menggunakan curah,"tambahnya.

Bhima menyarankan, pemerintah memberikan kuota kemasan sederhana yang lebih banyak kepada pedagang kecil dengan cara menyediakan jenis kemasan berbeda. 

"Tidak hanya 1 liter mungkin ada kemasan 2 liter. Memang kualitas minyak gorengnya bukan premium," jelasnya.

Dia pun menambahkan, harus ada peran pengawasan yang dilakukan oleh Bulog dan Satgas Pangan sehingga memang UMKM ini bisa menjangkau minyak goreng dengan HET.

"Harapannya dengan kemasan sederhana pengawasan lebih baik, sosialisasinya rata maka tidak akan ada gejolak yang berlebihan," tandasnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar