Ditelepon Perdana Menteri Srilanka Minta Kiriman Minyak Goreng Kalau Gak Negaranya Bangkrut, Begini Jawaban Presiden Jokowi

Selasa, 14 Juni 2022 16:25 WIB

Share
Ditelepon Perdana Menteri Srilanka Minta Kiriman Minyak Goreng Kalau Gak Negaranya Bangkrut, Begini Jawaban Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo saat membuka Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2022 di Istana Negara. (biro pers)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ini peringatan dari Presiden Joko Widodo tentang ancaman ketidakpastian global dari mulai krisis pangan, energi dan inflasi.
       
"Bahwa ancaman saat ini situasi yang tidak mudah, situasi yang tidak gampang," terang Jokowi dalam sambutannya dalam acara Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (14/6/2022).
      
Presiden menegaskan, semua negara mengalami (krisis), dan ini baru awal-awal. Sebab itu, kita menyiapkan diri, pangan harus betul-betul disiapkan, energi betul betul-betul harus dikalkulasi, karena separuh energi kita impor.  
      
"Kita negara besar, karena itu membutuhkan pangan yang besar. Begitu juga dengan energi juga membutuhkan yang besar, baik untuk industri, rumah tangga dan juga kendaraan dan lainnya," tutur Kepala Negara.

      
Namun dalam krisis pangan ini, menurut Jokowi, tetap bisa menjadi peluang karena lahan kita cukup yang besar belum dimanfaatkan, dan banyak lahan kita yang belum produktif.
     
Presiden juga menceritakan dua hari yang lalu dirinya  ditelepon seorang perdana menteri. 

"Saya tidak menyebut nama beliau yang minta tolong dikirim minyak goreng dalam waktu satu, dua hari," cerita Jokowi.
      
"Stok minyak goreng di negaranya sudah habis kalau barang ini tidak datang maka  akan terjadi krissi sosial, ekonomi yang berujung krisis  politik dan itu sudah terjadi di negara namanya Srilangka," tutur Jokowi.

     
Masih cerita tentang ketidakpastian global, Jokowi juga mengutip data bank dunia dan IMF, bahwa diperkirakan akan ada kurang lebih 60 negara yang akan ambruk ekonominya, dan yang 40 dipastikan ambruk ekonominya.
      
Sebab itu, Jokowi meminta perlu ada kepekaan, sense of crisis dalam menghadapi situasi sekarang ini dalam menghadapi ancaman global.
     
Hadir dalam acara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri BUMN Erick Thohir, dan lainnya. 
(Agus Johara)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar