Diimingi Diajak Bercinta Tentara Wanita Amerika, Pria WNI Kehilangan Uang Rp 2,4 M

Rabu, 15 Juni 2022 22:09 WIB

Share
Diimingi Diajak Bercinta Tentara Wanita Amerika, Pria WNI Kehilangan Uang Rp 2,4 M
Ilustrasi Wik-wik Polwan dengan Pendeta di Ambon (Freeoick)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID –  Ditreskrimum Polda Metro Jaya membongkar praktik penipuan melibatkan warga negara asing (WNA).

Bermodus kenalan dan mengajak pacaran, komplotan ini ‘sukses’ menipu seorang korbanya yang merupakan pria warga negara Indonesia (WNI) hingga mengalami kerugian sebesar Rp 2,4 miliar.

Dari pengungkapan itu petugas berhasil mengamankan dua orang, satu di antaranya pria WNA Nigeria.

Dua orang yang ditangkap adalah CS dan UT, Sementara pelaku utama, seorang wanita WNA yang mengaku sebagai tentara Amerika Serikat masih dalam pengejaran. Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes mengatakan, kedua pelaku l ditangkap di wilayah Jakarta Utara pada beberapa waktu lalu.

"Jadi mereka yang kami tangkap saat ini bukan pelaku utama, mereka ini hanya berperan sebagai penampung uang hasil kejahatan. Pelaku utama yang mengaku sebagai Tentara wanita Amerika ini masih kami buru di mana keberadaanya," kata Auliansyah dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Rabu (14/6).

Auliansyah menjelaskan, dalam menjalankan praktik kejahatannya ini, pelaku CS dan UT ini tidak terlalu signifikan pergerakannya. Namun, sosok wanita yang mengaku sebagai tentara Amerika itu lah yang justru memiliki peran sangat penting dengan cara memulai komunikasi melalui media sosial dengan korban yang merupakan seorang WNI berinisial PC. 

"Jadi awalnya mereka ini berkenalan, tidak serta merta langsung meminta uang begitu saja. Si dua pelaku yang ditangkap ini hanya memetakan saja siapa korbannya yang kemudian mereka sampaikan ke pelaku utamanya. Jadi intinya, aksi penipuan ini dilakukan dengan cara berkenalan terlebih dahulu dalam jangka waktu tertentu hingga dirasa korbannya ini sudah bisa untuk dijerat," jelas Auliansyah.

Perwira polisi berpangkat melati tiga itu menuturkan, setelah terjalin komunikasi yang cukup intens antara pelaku dengan korban, di sinilah korban mulai akan tergerak hatinya untuk menyerahkan sejumlah uang. 

"Jadi tergerak itu bukan karena hipnotis, tetapi karena rayuan gombalnya itu. Dia kan mengatakan seorang tentara Amerika wanita yang sudah tidak mau lagi menjadi tentara Amerika. Nah, mereka berkenalan, berpacaran, dan mungkin akan berlanjut untuk membangun rumah tangga," ujarnya.

 Dia menambahkan, dalam menjalankan aksi penipuan bermodus "Love Scamming' ini, pelaku, selain mengaku sebagai tentara wanita Amerika juga mengaku memiliki uang dollar sebanyak 20 juta USD yang tersimpan di luar negeri.  love scam atau scammer love. Aksi ini merupakan tindakan penipuan berkedok asmara. Biasanya pelaku memakai trik kepercayaan yang melibatkan perasaan korban kemudian memanfaatkan niat baik itu untuk melakukan penipuan.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar