Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat Politik Nilai Jokowi gak Akan Ganti Menteri yang Sibuk Kampanye Pilpres 2024, Disebut Erick Thohir Hanya Diganti

Rabu, 15 Juni 2022 09:24 WIB

Share
Presiden Joko Widodo. (Foto: Biro Press)
Presiden Joko Widodo. (Foto: Biro Press)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Wacana reshuffle (perombakan) kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai perlu dilakukan terhadap sejumlah menteri yang terlampau sibuk kampanye menjelang Pilpres 2024 mendatang.

Namun dalam kacamata pengamat Politik Ujang Komariddin, Jokowi tidak akan mengganti menteri yang sibuk berkampanye untuk pilpres 2024 nanti. Pasalnya, dari sederet nama yang memulai kampanye lebih awal, ada nama menteri yang mempunyai peran sentral dalam pilpres 2019 untuk memenangkan Jokowi.


"Tapi karena Erick Thohir merupakan ketum tim sukses Jokowi-MA, kelihatannya dia cuma digeser nggak akan diganti,"ujar Ujang saat dihubungi Jakarta.Poskota.co.id, Rabu, (15/6/2022).

Lebih lanjut Ujang menjelaskan, sudah seharusnya Jokowi menertibkan apabila ada menteri  kabinetnya yang sibuk dengan urusan lain di luar kapasitasnya menjadi seorang menteri. Namun hal tersebut akan sulit dilakukan lantaran menteri tersebut pernah mempunyai andil besar dalam pemenangannya.


"Kelihatannya ET tak akan diganti, mungkin digeser ke kementerian lain. Harusnya sih kena reshuffle," tutur Ujang.

Namun pria yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Indonesia Political ini menilai ada sikap paradoks yang ditunjukkan Presiden Jokowi, sehingga sulit untuk mengganti menterinya yang melakukan kampanye terselubung.

"Selain mengizinkan menterinya rangkap jabatan ketua umum partai, jangan lupa tahun lalu, salah satu pimpinan Partai Gerindra sudah minta izin untuk maju sebagai calon presiden. Jadi memang Jokowi membiarkan dan memberikan izin menterinya menjadi capres," jelasnya.


Dia mengaku sudah meminta Jokowi agar memecat menteri yang melakukan kampanye atau melakukan kerja-kerja politik, hingga akhirnya dibully oleh para pendengung (buzzer) dari empat calon presiden dari menteri tersebut.

"Tapi demi kepentingan bangsa, meski saya dibully sama buzzer empat capres tetap harus saya lakukan. Sekarang ini apa yang kita ucapkan sering kali berbeda dengan tindakan. Kita sudah membiasakan kemunafikan," katanya. (CR04)
 

Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar