Terobos Jalur Busway, Plat Nomor Khusus Fortuner Dicabut Ditlantas Polda Metro Jaya, Polantas yang Cuek Kena Sanksi

Rabu, 15 Juni 2022 23:33 WIB

Share
Tangkapan layar mobil Toyota Fortuner plat RFY yang ditindak pencabutan nopol khusus oleh Dirlantas Polda Metro Jaya.(ist)
Tangkapan layar mobil Toyota Fortuner plat RFY yang ditindak pencabutan nopol khusus oleh Dirlantas Polda Metro Jaya.(ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya berhasil menangkap pengemudi mobil Toyota Fortuner bernomor polisi B 1947 RFY, yang sebelumnya nekat menerobos lajur bus Transjakarta di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan pada Sabtu (11/6/2022) lalu.

Selain melakukan penindakan terhadap pengemudi Fortuner berplat nomor khusus itu, Ditlantas Polda Metro Jaya juga melakukan penindakan terhadap seorang polisi lalu lintas (Polantas) yang pada saat peristiwa itu terjadi ada di lokasi, acuh tak menindak aksi pengemudi mobil Fortuner berplat RFY itu.

"Dalam video tersebut terdapat anggota di ujung ini. Yang bersangkutan juga sudah kita laksanakan peneguran secara tertulis," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo dalam jumpa pers di kantor Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Pancoran, Jakarta Selatan pada Rabu (15/6/2022).

Sambodo berujar, dirinya belum mengetahui alasan pasti mengapa Polantas itu bersikap acuh terhadap pelanggaran yang ada di sekitarnya. Dia hanya bisa menduga, anggotanya itu tak melihat mobil berplat RFY tersebut lantaran terhalangi oleh badan bus Transjakarta.

"Mungkin pada saat itu tidak kelihatan, karena lagi di belakang bus way. Tapi nanti kita lihat hasil pemeriksaannya apa. Nanti kita panggil, lagi dipanggil sama Kasatnya, lagi diperiksa juga," ujar Sambodo.

Sebelumnya, Sambodo telah memberikan sanksi penilangan dan pencabutan berkas surat-surat kendaraan terhadap mobil merek Toyota Fortuner berplat nomor B 1947 RFY, yang sebelumnya kedapatan menerobos lajur bus Transjakarta di wilayah Jakarta Selatan.

Dengan pencabutan surat-surat kendaraan tersebut, jelas dia, maka secara otomatis Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan plat nomor khusus yang digunakan oleh mobil tersebut tak bakal lagi dapat digunakan.

"Jadi, selain diberikan tilang kepada yang bersangkutan, maka plat nomor dan STNK khusus tersebut kemudian kita tarik dan kita sita," jelas dia.

Atas hal tersebut, Sambodo berucap, maka si pengemudi harus menggunakan plat nomor biasa dan tidak akan diberikan kembali hak untuk menggunakan plat nomor khusus.

"Yang bersangkutan tidak berhak menggunakan plat nomor ini, dan harus menggunakan plat nomor asli, (biasa)" ucapnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar