Ditetapkan Pemprov DKI Sebagai Cagar Budaya, Jembatan Terowongan Tiga jadi Tempat Pembungan Sampah Sekaligus Lokalisasi Prostitusi

Kamis, 16 Juni 2022 16:13 WIB

Share
Ditetapkan Pemprov DKI Sebagai Cagar Budaya, Jembatan Terowongan Tiga jadi Tempat Pembungan Sampah Sekaligus Lokalisasi Prostitusi
Objek cagar budaya Jembatan Kereta Terowongan Tiga di RW 09, Kelurahan Palmeriam, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Kamis (16/6/2022).(Foto: Ardhi Ridwansyah)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Jembatan Kereta Terowongan Tiga yang berada di RW 09, Kelurahan Palmeriam, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur merupakan salah satu dari 14 objek cagar budaya yang baru-baru ini ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. 

Pantauan di lokasi pada Kamis (16/6/2022) siang, terlihat jembatan tersebut baru saja dibersihkan. Lokasinya tepat di samping lokalisasi Gunung Antang. 

"Ini baru dibersihkan (rumput-rumputnya), baru dua hari belakangan dibersihkannya," ungkap RW 09 Kelurahan Palmeriam, Sutrisno saat ditemui di lokasi, Kamis (16/6/2022). 

Sutrisno mengaku dirinya dan warga baru tahu jika bangunan itu merupakan cagar budaya. 

"Kami warga sini tahunya ini bangunan Belanda. Masuk cagar budaya itu kami enggak tahu. Tahunya baru-baru ini ramai di media sosial," ungkapnya. 

Tampak Jembatan Kereta Terowongan Tiga itu dialiri Kali. Bagian atas jembatan terdapat rel kereta yang menghubungkan Stasiun Jatinegara dan Stasiun Manggarai. 

"Ini aliran tembusan ke Kali Ciliwung. Ini sebenarnya dulu dibuat lomba perahu getek," jelas Sutrisno.

Terlihat pula, sampah yang berada di aliran kali memenuhi sekitar Jembatan Terowongan Tiga itu. 

Sutrisno pun berharap, Jembatan Kereta Terowongan Tiga bisa dikelola dengan baik oleh Pemprov DKI Jakarta. 

"Sebenarnya kalau dikelola ada manfaatnya buat warga, jadi cagar budaya. Ada nilai plusnya juga kalau dikelola. Minimal sampahnya dibersihkan. Bisa jadi tempat wisata lah," jelas Surtrisno. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar