Novel Ngotot Bubarkan KPK, Pengamat ini Sebut New Oligarki Baswedan

Kamis, 16 Juni 2022 10:23 WIB

Share
Novel Ngotot Bubarkan KPK, Pengamat ini Sebut New Oligarki Baswedan
Novel Baswedan dan Gubernur DKI Anies Baswedan. (Foto: Kolase olahan dari Google)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Dugaan kasus korupsi Formula E masih hangat diperbincangkan, terlebih adanya statement Novel Baswedan yang ingin membubarkan Komisi Pembatasan Korupsi (KPK) yang diisukan sebagai penghalang penyelidikan kasus dugaan korupsi Formula E.

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto menyebut, pembagian peran keluarga sangat terlihat antara Novel Baswedan dan Anies Baswedan dalam dugaan korupsi Formula E. Ia pun menyebut hal ini sebagai new oligarki Baswedan.


"Pembagian peran keluarga ternyata terlihat nyata dari posisi Anies Baswedan dan Novel Baswedan. Kalau dalam istilah kritik aktivis saat ini adalah ''oligarki'' yang ditujukan kepada kelompok, keluarga atau sedikit orang yang memiliki peranan penting terkait kebijakan atau permainan politik," kata Hari kepada Jakarta.Poskota.co.id, Kamis (16/6/2022).

Hari pun mengatakan, pembagian peran baik langsung maupun tidak langsung hanyalah publik yang bisa menilai.

"Pembagian peran terlihat langsung maupun tidak langsung bagi publik yang mencerna," imbuhnya.


Hari menjelaskan, ketika lembaga antirasuah saat ini sedang melakukan penyelidikan Formula E Jakarta, Novel cs mengeluarkan statement untuk ''Bubarkan KPK''.

Menurut dia, di sinilah letak yang dinamakan "New Oligarki" muncul karena Anies pernah berhutang budi pada Novel saat masih berada di KPK.

"Tentunya dua bersaudara menjadi Oligarki baru yang selama ini sudah dilakoni oleh mereka. Pertama, dugaan korupsi pameran buku frankrut saat itu Anies menjadi Mendikbud dilaporkan ke KPK dan posisi Novel masih di dalam KPK sehingga diduga kasus tersebut menguap," ungkapnya.


"Kedua, KPK RI saat ini sedang menyelidiki Formula E Jakarta di mana Anies saat ini menjadi gubernur DKI dan Novel saat ini menjadi ASN di Mabes Polri namun karena sakit hati dan dendam gagal TWK menjerit bubarkan KPK," tambahnya membeberkan.

Dengan adanya indikasi kasus d iatas, Hari pun menjelaskan, Anies pernah berhutang budi pada saat Novel masih menjabat di KPK.

Halaman
Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar