Pesantren di Bekasi Diduga Kelompok Khilafatul Muslimin Akui Metode Pendidikannya gak Sesuai Kurikulum, karena SD Hanya Tiga Tahun

Jumat, 17 Juni 2022 10:34 WIB

Share
Abu Salma, pimpinan Khilafatul Muslimin Bekasi Raya. (Foto: Poskota/Ihsan Fahmi)
Abu Salma, pimpinan Khilafatul Muslimin Bekasi Raya. (Foto: Poskota/Ihsan Fahmi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Fenomena Kelompok Khilafatul Muslimin tengah menjadi perbincangan publik di Tanah Air.

Keberadaan kelompok Khilafatul Muslimin hadir di wilayah Kota Bekasi di Pekayon Jaya Bekasi Selatan, terdapat juga pondok pesantren ataupun tempat belajar mengajar para santri di sekolah yang bernama Ukhuwah Islamiah.


Beberapa waktu lalu, warga Pekayon Jaya RW 03 Bekasi Selatan, membentangkan spanduk penolakan keras terhadap adanya kegiatan oleh kelompok Khilafatul Muslimin di lingkungannya.

Para warga diduga resah dan mempertanyakan legalitas sekolah dan keberadaan Khilafatul Muslimin. Hal ini menyusul usai Polda Metro Jaya meringkus lima tersangka dari kelompok tersebut.

Amir atau pimpinan Khilafatul Muslimin Bekasi Raya, Abu Salma turut buka suara terkait legalitas Pondok Pesantren tersebut.

Menurut Abu Salma, ia mengklaim pengajaran di ponpes tersebut sudah legal, namun masih ada beberapa kekurangan yang harus ditambahkan.


"Sebetulnya kita ini sudah ada legalitas secara formal hanya saja legalitas kita mungkin kurang operasional harian," ujar Abu Salma kepada wartawan, Jumat (17/6/2022).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jenjang pendidikan di pesantren tersebut tidak sesuai standar nasional pendidikan, dan memiliki jenjang pendidikan berbeda.

"Ketika kita daftarkan Kemendikbud ya kan itu harus ada jenjang sementara di Khilafatul Muslimin pondok pesantren kita ini tidak sesuai dengan SOP, formalnya karena kita SD 3 tahun, SMP 2 tahun, SMA 2 tahun, dan perguruan Tinggi 2 tahun. Ketika kita daftarkan ke Kemenag juga tidak masuk karena kita dibilang Tahfidz juga ada jenjangnya," ungkapnya


Dia menegaskan, bahwa bentuk dari  perizinan pondok pesantren nantinya berbentuk tahfidz.

Halaman
Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar