Bareskrim Terbitkan DPO 3 Pelaku Kasus Investasi Bodong Robot Trading DNA Pro

Sabtu, 18 Juni 2022 13:24 WIB

Share
Diirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan di Mabes Polri mengungkapkan 14 pelaku investasi bodong DNA Pro ditetapkan sebagai tersangka, namun 3 masih DPO dan kabur ke luar negeri.(Foto: Zendy)
Diirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan di Mabes Polri mengungkapkan 14 pelaku investasi bodong DNA Pro ditetapkan sebagai tersangka, namun 3 masih DPO dan kabur ke luar negeri.(Foto: Zendy)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Bareskrim Mabes Polri menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus investasi bodong robot trading DNA Pro.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, saat ini ketiga tersangka yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) telah resmi mengeluarkan surat DPO dalam kasus tersebut.

Adapun ketiga tersangka yang masuk DPO Bareskrim Polri yakni berinisial DG, F, dan FE.

"Penanganan DNA Pro, berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/0116/III/2022/SPKT.Bareskrim Polri, tanggal 9 Maret 2022. Penyidik Dit Tipideksus Bareskrim Polri telah menerbitkan tiga DPO," kata Gatot kepada wartawan, Sabtu (18/6/2022).

Kemudian Gatot menjelaskan, tersangka DG telah ditetapkan masuk DPO melalui surat dengan nomor DPO R.08/IV/Res/2.1/2022/Dit Tipideksus, tanggal 4 April 2022.

"Kemudian yang kedua inisial F, dengan nomor DPO R.09/IV/Res/2.1/2022/Dit Tipideksus, tanggal 4 April 2022. Adapun yang ketiga inisial FE, dengan nomor DPO, R.010/IV/Res/2.1/2022/Dit Tipideksus, tanggal 6 April 2022," lanjut Gatot.

Ketiga DPO tersebut nantinya akan dikenakan Pasal 106 Jo Pasal 24 ayat 1 dan Pasal 105 Jo Pasal 9 UU nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan dan Pasal 3, Pasal 5 UU nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pencucian.

Sebelumnya, Penyidik Bareskrim Polri berhasil menetapkan 14 tersangka dalam kasus investasi bodong robot trading DNA Pro. Sebelas orang yang berhasil ditangkap Polri, tiga tersangka lainnya masih dalam tahap pengejaran.

Penyidik Bareskrim Polri juga telah menyita aset tersangka senilai kurang lebih mencapai Rp 307 Milyar.

Adapun perincian dari total aset yang disiti Polri, yakni Jumlah tersebut di antaranya uang tunai senilai Rp 112.525.057.172 dan aset barang senilai Rp 195.000.000.000.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar