Pilpres 2024 Muncul Nama Anies, Andika dan Ganjar, Pengamat: Biar Masyarakat gak Bosan!

Minggu, 19 Juni 2022 11:48 WIB

Share
Pilpres 2024 Muncul Nama Anies, Andika dan Ganjar, Pengamat: Biar Masyarakat gak Bosan!
Prabowo Subianto (Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID  - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh telah mengumumkan tiga nama sebagai bakal calon presiden RI 2024 yang akan diajukannya, sebagai hasil rekomendasi dari Rakernas NASDEM di JCC, Senayan Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ketiga nama itu merupakan hasil seluruh utusan DPW Partai Nasdem yang dilanjutkannya dalam musyawarah Steering Committee. 

Ketiga nama itu adalah Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Andika Perkasa. 


"Menariknya, nama Prabowo Subiyanto tidak ada dalam rekomendasi tersebut, padahal dalam berbagai survei, nama Prabowo Subiyanto berada di peringkat tiga besar selain Ganjar dan Anies dalam perolehan angka popularitas dan elektabilitasnya," kata pengamat pitik, Saiful Huda Ems, Minggu (19/6/2022).

Kenapa hal itu bisa terjadi? Untuk menjawab pertanyaan itu, harus menguraikan persoalannya, dengan mencermati peta politik mutakhir yang terus mengalami perkembangan secara pesat. 

Pertama, para politisi dan masyarakat pada umumnya sepertinya mulai jengah dengan munculnya nama capres yang hanya itu-itu saja, dari mulai adanya Pilpres 2009 hingga Pilpres 2019, nama Prabowo Subiyanto selalu muncul dalam bursa capres/cawapres. 

"Apalagi jika ditarik dari tahun 2004, meskipun nama Prabowo tidak masuk dalam capres definitif 2004, namun nama Prabowo saat itu masuk dalam urutan capres dalam konvensi capres 2004 partai Golkar, yang pada akhirnya pertarungan konvensi capres partai Golkar 2004 itu dimenangkan oleh Wiranto," ucapnya. 


Selanjutnya,  ketika hasil konvensi capres partai Golkar ini ditarungkan dengan capres yang diusung dari partai lainnya dalam Pilpres 2004, Wiranto kalah dengan SBY. 

Melihat dari kenyataan itu, maka nampaknya seluruh peserta rakernas Nasdem pada (17/6/2022) lalu tidak bergairah lagi untuk mengusung nama Prabowo.

"Kedua, dengan mengusungnya nama Anies dan Andika serta dengan tidak mengusungnya nama Prabowo oleh Surya Paloh bersama kader partainya, maka ini bisa pula dibaca sebagai bentuk siasat Surya Paloh yang ingin membubarkan kesepakatan diam-diam antara Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo yang sudah tercetus lama, semenjak adanya Perjanjian Batu Tulis hingga Perjanjian Berlin, yang konon telah disepakati akan mengusung Pasangan capres dan cawapres dari Koalisi PDIP dan Gerindra," urainnya.

Halaman
Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar