Jadi Tantangan Ideologi Pancasila, Kelompok Radikal Mulai unjuk Gigi, BNPT: ASN Paling Rentan Terpapar

Senin, 20 Juni 2022 17:58 WIB

Share
Jadi Tantangan Ideologi Pancasila, Kelompok Radikal Mulai unjuk Gigi, BNPT: ASN Paling Rentan Terpapar
Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar.(Foto:Andi Adam)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), menyatakan sikap tegas dengan mulai masifnya aksi kelompok radikal dalam menyebarkan propaganda anti NKRI hingga anti Pancasila.

Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar menegaskan, hanya akan ada satu ideologi yang akan dianut oleh Bangsa Indonesia, yakni ideologi Pancasila.

"Tidak ada tempat ideologi lain, selain ideologi Pancasila di negara ini termasuk ideologi separatisme," tegas Boy dalam jumpa pers di bilangan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2022).

Mantan Kapolda Banten itu mengatakan, pada hakikatnya, Indonesia telah menjadi negara yang berdaulat sejak memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus tahun 1945 silam. Kendati demikian, Boy tak menampik masih  banyak tantangan dalam mempertahankan kemerdekaan, baik dari dalam maupun luar negeri.

"Kita menyadari dunia ini bukan kondisi yang vakum. Tapi penuh dengan dinamika pengaruh-pengaruh eksternal maupun internal terhadap upaya-upaya yang merongrong kedaulatan negara," kata dia.

Mantan Kadiv Humas Polri itu melanjutkan, dalam menjaga kedaulatan NKRI perlu adanya upaya bersama dari seluruh warga Indonesia yang tak sekadar berperan dari segi penegakkan hukum, melainkan juga kesadaran berbangsa dan bernegara.

"Kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara jadi ketahanan bangsa yang memang bakal terus diuji, jadi dalam upaya pertahanan nasional, kita maka nilai-nilai luhur bangsa itulah yang terus dapat kita lakukan," paparnya.

"Oleh karena itu, kita tentunya berharap narasi-narasi untuk melakukan penguatan nilai-nilai luhur bangsa kita ini menjadi sebuah kewajiban bersama jadi dengan semangat pentahelix," imbuhnya.

Selain itu, perwira tinggi Polri itu juga menambahkan, pada dasarnya Aparatur Sipil Negara (ASN) memang menjadi kelompok yang rentan terpapar paham radikalisme.

"Jadi kita juga menyadari bahwa, ASN merupakan kelompok yang rentan. Oleh karena itu, mawas diri ke dalam perlu lebih kita tingkatkan," ucapnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar