Metode Belajar Ponpes Diubah jadi Rumah Tahfidz Qur'an, Ini Tanggapan Amir Khilafatul Muslimin Bekasi Raya

Senin, 20 Juni 2022 18:58 WIB

Share
Metode Belajar Ponpes Diubah jadi Rumah Tahfidz Qur'an, Ini Tanggapan Amir Khilafatul Muslimin Bekasi Raya
Abu Salma (kiri), amir Khilafatul Muslimin Bekasi Raya dan PLT Wali Kota Bekasi Tri Adhianto di Pekayon Bekasi. Senin (20/6/2022) siang.(Foto: Ihsan Fahmi)

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berencana akan mengubah pondok pesantren Ukhuwah Islamiah yang dikelola Khilafatul Muslimin menjadi rumah Tahfidz Al-Quran.

Hal ini disampaikan langsung oleh Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto usai menghadiri pelaksanaan Deklarasi Kebangsaan oleh pengurus Khilafatul Muslimin Bekasi Raya.

Ia mengungkapkan, terdapat kemungkinan agar pondok pesantren itu tak lagi menggunakan metode pendidikan secara umum.

"Tidak lagi menggunakan pendidikan secara umum, tapi lebih ke pendidikan tahfidz Qur'an, sehingga nanti mencetak anak anak hafidz Qur'an, pesantren tradisional," ujar PLT Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto di lokasi, Senin (20/6/2022) sore.

Sebelumnya diberitakan, warga Pekayon Jaya Bekasi Selatan mempertanyakan legalitas sekolah pesantren yang diduga tak memiliki legalitas dan berbeda melakukan metode pembelajaran secara umumnya.

Dari adanya pembahasan terkait metode tahfidz di kelompok Khilafatul Muslimin, nantinya terdapat pendampingan khusus oleh pihak terkait.

Masih dengan Tri, pendampingan metode pendidikan tersebut nantinya juga dilakukan secara berjenjang dan juga akan dikoordinasikan dengan unsur di wilayah tersebut, baik Kelurahan, kecamatan, Wali Kota, Polsek, Polres hingga TNI.

"Jadi nanti tentunya ini bagian dari kementerian agama Kota Bekasi, proses perizinan dan tentunya pendampingan terkait juga dengan kurikulum," jelasnya.

Sementara itu, Amir/pimpinan Khilafatul Muslimin Bekasi Raya, turut merespon adanya pembahasan metode tersebut. 

Hingga ia mengungkapkan, bila pendidikan di Pondok pesantren Ukhuwah Islamiah yang dikelola Khilafatul Muslimin, memiliki legalitas, namun masih terdapat kekurangan yang belum diselesaikan.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar