Dugaan Prostitusi Online, Polisi Dalami Keuntungan dan Pendaftar 'Bungkus Night'

Selasa, 21 Juni 2022 09:22 WIB

Share
Dugaan Prostitusi Online, Polisi Dalami Keuntungan dan Pendaftar 'Bungkus Night'
Griya spa pijat Hamilton Spa dan Massage di kawasan Kebayoran Baru yang disegel, dan poster bertajuk 'Bungkus Night'. (Foto: Kolase olahan Instagram dan Ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID -  Polres Metro Jakarta Selatan masih terus menelusuri diduga adanya prostitusi online di griya pijat Hamilton Spa Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dengan dibalut  'Bungkus Night Vol 2' yang rencananya digelar pada Jumat (24/6/2022) mendatang.

Saat ini polisi tengah menelusuri apakah acara ini bisa meraup keuntungan dengan jumlah besar hingga hal-hal lainnya.


"Kami masih lakukan investigasi apa ini memang mereka mendapat keuntungan yang besar atau ada hal lain yang menjadi modus mereka itu yang nanti kami dalami," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit kepada wartawan, Selasa (21/6/2022).

Adapun polisi sampai saat ini belum menemukan bukti ada peserta yang mendaftar acara tersebut.

"Nah untuk pendaftaran untuk saat ini kami belum menemukan sebagai bentuk bukti," ucapnya.


Merujuk pada keterangan pihak-pihak yang telah diamankan, sejauh ini baru ada orang yang menanyakan terkait acara itu saja. Artinya, belum ada orang yang sepakat untuk ikut dalam acara Bungkus Night Vol.2 tersebut.

"Dan dari beberapa keterangan mereka baru mulai menanyakan dan belum ada deal-delan kepastian mereka untuk ikut ke dalam acara ini," beber Ridwan.

Sebelumnya, polisi menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan prostitusi bertajuk acara 'Bungkus Night' di Hamilton Spa & Massage Grand Wijaya, Jakarta Selatan. Salah satu tersangka merupakan Direktur Hamilton Spa & Massage berinisial OCD.


Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto menyebut selain direktur, penyidik juga menetapkan Manajer Regional Hamilton Spa & Massage berinisial DL, tim kreatif hingga admin medsos sebagai tersangka.

"Kami menjerat dua Undang-Undang. Pertama adalah Undang-Undang Pornografi Nomor 44 Tahun 2008 Pasal 30 Juncto Pasal 4. Kedua Undang-Undang ITE yakni terkait dengan penyebaran yang berbau pornografi di medsos," kata Budhi kepada wartawan, Senin (20/6/2022).

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar