Gawat! Omicron Varian BA.4 dan BA.5 Kian Merebak, Anggota DPR RI ini Kritik Keras PPKM Dihapus!

Selasa, 21 Juni 2022 11:54 WIB

Share
Gawat! Omicron Varian BA.4 dan BA.5 Kian Merebak, Anggota DPR RI ini Kritik Keras PPKM Dihapus!
Ilustrasi Pendeteksi virus COVID-19 varian Omicron

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Anggota Komisi IX DPR  Rahmad Handoyo mengingatkan semua pihak agar serius mewaspadai lonjakan kasus COVOD-19. 

Ia mengatakan, kenaikan COVID-19  pada Minggu terakhir ini menunjukkan bahwa sebenarnya  COVOD-19  masih sangat dinamis dan juga tidak bisa diprediksi.


"Pandemi  masih berlangsung dan sulit ditebak kapan berakhir.  Dalam kondisi yang serba tak pasti ini, kita harus berhati-hati, tingkatkan kewaspadaan, jangan  terlalu cepat menganggap COVID-19  sudah tidak ada atau tidak berbahaya lagi. Anggapan seperti itu salah besar, karena  Covid-19 masih berisiko, khususnya bagi  lansia," kata politisi PDIP ini saat dihubungi, Selasa (21/6/2022)

Rahmad  mengatakan, dalam kondisi pandemi yang belum menentu ini, pihaknya akan mendorong pemerintah agar mewanti-wanti masyarakat bahwa situasi dan kondisi perlu perhatian.

"Sekali lagi, pandemi masih dinamis sehingga lonjakan sangat memungkinkan. Terlebih Minggu lalu ditemukan varian Omicron BA.4 dan BA.5. H. Kita tahu varian ini cepat menular meski gejala beratnya tidak seberat Omicron varian lainnya bukan berarti kita berleha-leha," ucapnya.


Politisi asal Boyolali, Jawa Tengah ini mengaku cukup terusik dengan  pernyataan para epidemiolog yang menyarankan pemerintah agar kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dicabut.

Apalagi diungkapkan saat ini sudah tidak  darurat. Hal ini diungkapkan menyusul adanya peningkatan kasus harian COVID-19 beberapa pekan belakangan.

"Saya tujukan kepada epidemiolog yang diajak diskusi oleh pemerintah beberapa waktu lalu, yang mengusulkan untuk PPKM dihapus, saya kritik keras ini," katanya.


Ia meyayangkan epidemiolog menyebut saat ini tak lagi darurat diberlakukan PPKM. Apalagi, melihat situasi saat ini yang dihadapkan dengan peningkatan kasus COVID-19.

"Saya kira para epidemolog juga harus lebih hati-hati terutama yang kemarin diajak diskusi soal rekomendasi PPKM untuk dihentikan atau diganti dengan yang lain," ujarnya.

Halaman
Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar