Maling Duit Rakyat Melalui 3 Proyek Fiktif, Mantan Kacab BKI Cilegon Dibui 5 Tahun, Harta Bendanya Disita Negara

Selasa, 21 Juni 2022 19:46 WIB

Share
Maling Duit Rakyat Melalui 3 Proyek Fiktif, Mantan Kacab BKI Cilegon Dibui 5 Tahun, Harta Bendanya Disita Negara
Sidang putusan kasus 3 proyek fiktif di Sukabumi dengan terdakwa Jhoni Rizkal Amza.(ist)

SERANG, POSKOTA.CO.ID- Mantan Kepala Cabang PT Biro Klasifikasi Indonesia atau Kacab BKI Cilegon, Jhoni Rizkal Amza divonis lima tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Negeri Serang, Selasa (21/6/2022).

Jhoni Rizkal Amza terbukti melakukan tindak pidana korupsi proyek fiktif tiga pekerjaan di Sukabumi, Jawa Barat senilai Rp 4,8 miliar.

Majelis hakim yang diketuai Atep Sopandi mengatakan, terdakwa Jhoni terbukti melanggar pasal 2 ayat (1) junto pasal 18 Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang tipikor junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Menghukum terdakwa Jhoni Rizkal Amza dengan pidana penjara selama 5 tahun penjara," kata Atep Sopandi kepada terdakwa dan kuasa hukumnya di Pengadilan Tipikor Serang.

Atep menjelaskan, selain pidana penjara, terdakwa Jhoni juga diharuskan membayar denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan penjara.

Kemudian juga membayar uang pengganti sebesar Rp 668 juta, dengan ketentuan jika terdakwa tidak membayar uang pengganti selama 1 bulan setelah inkrah maka harta bendanya akan disita.

"Harta benda akan disita jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Jika tidak mempunyai harta benda, maka dipidana penjara selama 2 tahun," jelasnya.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Banten yang dibacakan Subardi. Rizkal dituntut 7 tahun dan 6 bulan penjara.

"Hal yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi," ungkapnya.

"Hal yang meringankan yakni terdakwa bersikap sopan selama persidangan, belum pernah dihukum dan terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya," jelasnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar