Meme Stupa Borobudur Dihapus, Roy Suryo Minta Maaf, Umat Buddha Pelapor: Tak Sesederhana Itu, Proses Hukum Jalan Terus

Selasa, 21 Juni 2022 15:22 WIB

Share
Meme Stupa Borobudur Dihapus, Roy Suryo Minta Maaf, Umat Buddha Pelapor: Tak Sesederhana Itu, Proses Hukum Jalan Terus
Roy Suryo dipolisikan buntut unggahan meme stupa mirip wajah Presiden Jokowi.(Foto: Andi Adam)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo dipolisikan oleh seorang umat Buddha buntut unggahan meme stupa Candi Borobudur mirip wajah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dianggap telah melecehkan umat Buddha di Nusantara.

Kabar mengenai pelaporan terhadap Roy Suryo itu pun dibenarkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Endra Zulpan. Menrutnya, Polda Metro Jaya akan lebih dahulu mempelajari laporan tersebut.

"Penyidiknya belum telepon saya. Ini kan yang tangani dari tim siber. Intinya laporannya sudah diterima oleh Polda Metro Jaya, jadi saya membenarkan dulu laporannya itu sudah diterima, sekarang penyidik sedang mendalaminya," kata Zulpan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (21/6/2022).

"Ya itu, intinya sudah diterima. Soal pemanggilan pihak-pihak yang bersangkutan. Kami dari Polda Metro Jaya bakal mempelajari laporannya terlebih dahulu. Jadi dipelajari dulu laporannya ya," ucap Zulpan.

Untuk diketahui sebelumnya, Roy Suryo dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang umat Buddha atas unggahannya yang kontroversial di media sosial Twitter. Menurut pihak pelapor, unggahan politikus Partai Demokrat itu sangat jelas telah melecehkan umat Buddha.

"Ada kata-kata yang sangat menyinggung kami sebagai Umat Buddha, kata-kata yang dicantumkan terlapor adalah mengubah ikonik Borobudur. Kalimat yang dia tambahkan adalah 'lucu, hehehe, ambyar'. Itu bahasa yang betul-betul melecehkan," kata pelapor, Herna Sutana, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/6/2022) kemarin.

Dia yakin betul, bahwa Roy Suryo selaku mantan pejabat tentunya mengetahui soal simbol agama yang melekat pada Candi Borobudur. Namun, secara sadar Roy Suryo menambahkan kalimat yang dinilai pihaknya telah membuat umat Buddha tersakiti.

"Dia tahu bahwa itu yang diedit itu simbol agama yang sangat sakral, dia tahu itu diubah tapi itu ditertawakan. Itulah bahasanya yang membuat kami bereaksi. Itu simbol agama kami dibuat seperti itu terus ditertawakan, dilecehkan karena itu kami bersikap membawa ini ke ranah hukum," ujar Herna.

Lebih jauh, dia juga menanggapi bahwa permintaan maaf dari Roy Suryo dan tindakan menghapus unggahan meme tersebut, tidak menjadikan semua ini selesai sesederhana itu.

"Menghapus itu bukan berarti masalah selesai. Kalau yang bersangkutan minta maaf ini bukan kami yang memutuskan. Kalau kita bicara patung Buddha itu simbol agama umat Buddha seluruh dunia. Kami serahkan itu kepada proses hukum," papar dia.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar