Miris, Bukti Visum Alat Vital Robek Lengkap, Polisi Minta Korban Perkosaan WNA China Berdamai, Diberi Uang, Cabut Laporan

Rabu, 22 Juni 2022 16:34 WIB

Share
Miris, Bukti Visum Alat Vital Robek Lengkap, Polisi Minta Korban Perkosaan WNA China Berdamai, Diberi Uang, Cabut Laporan
Wanita asal Jakarta Utara berinisial IK (30) mengaku menjadi korban pemerkosaan WNA asal Tiongkok.(Foto: Ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Penyidik Polda Metro Jaya menyatakan bakal segera melakukan proses gelar perkara terkait dengan pelaporan yang dilayangkan oleh seorang perempuan berinisial IK (30), warga  Jakarta Utara yang mengaku telah menjadi korban pemerkosaan oleh seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok atau China.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Endra Zulpan mengatakan, pihaknya tentu akan memproses seluruh laporan yang ada di Polda Metro Jaya, selagi laporan tersebut memiliki alat bukti yang sahih dan kuat untuk dilakukan penyelidikan.

"Penyidik akan melakukan gelar perkara sesuai prosedur untuk menaikkan statusnya ke proses penyidikan," kata Zulpan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (22/6/2022).

Mantan Kaposek Ciputat itu menjelaskan, sebelum kasus dugaan pemerkosaan ini ramai jadi perbincangan awak media, sebetulnya penyidik telah melayangkan dua kali surat pemanggilan terhadap pihak terlapor. 

Namun, ucap dia, dua kali surat tersebut dilayangkan, respon pelapor masih juga stagnan atau dengan kata lain belum menggubris surat panggilan tersebut.

Oleh karena itu, perwira menengah Polri itu menyebut, mekanisme yang akan dilakukan oleh pihaknya ialah segera melakukan gelar perkara untuk menaikkan status dari tahap penyelidikan menjadi ke tahap penyidikan.

"Jadi betul itu, sudah dua kali dipanggil tidak hadir. Sementara iya (masih saksi). Tapi kalau sudah penyidikan kan berarti ada tersangka. Karena dua kali tidak hadir," imbuhnya.

Untuk diketahui sebelumnya, korban IK (30) menuturkan, awal kisah pertemuannya dengan terlapor yang merupakan warga negeri tirai bambu berinisial K sebelum peristiwa pemerkosaan itu terjadi.

Namun, sembari menghela nafas dan sempat termenung, IK mengungkapkan bahwa dirinya butuh waktu yang cukup panjang dan persiapan yang matang untuk dapat berbicara terus terang di hadapan media. Terlebih, akibat yang dihasilkan dari peristiwa ini berdampak pada kondisi psikologisnya. 

Dia memaparkan, langkah keberanian tersebut muncul setelah pihak kepolisian dinilai lamban dalam menangani dugaan kasus pemerkosaan ini.

Halaman
1 2 3 4
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar