Wanita Naas, Sudah Diperkosa Diminta Cabut Laporan Sama Polisi, Diancam WNA China Mau Dilapori Pemerasan

Rabu, 22 Juni 2022 18:43 WIB

Share
Wanita Naas, Sudah Diperkosa Diminta Cabut Laporan Sama Polisi, Diancam WNA China Mau Dilapori Pemerasan
Wanita asal Jakarta Utara berinisial IK (30) mengaku menjadi korban pemerkosaan WNA asal Tiongkok.(Foto: Ist)

"Kok saya bisa diganjar sedemikian," ujar dia.

Namun sayang, dia tak membeberkan di mana letak kantor Kepolisian yang diduga menyepelekan laporannya itu. Dia hanya menyebut, bahwa dia sempat diajak untuk berdamai karena laporannya dinilai kurang cukup bukti.

Kronologi Pemerkosaan

Untuk diketahui sebelumnya, korban (LK/30) menuturkan awal kisah pertemuannya dengan terlapor yang merupakan warga negeri Tirai Bambu berinisial K sebelum peristiwa pemerkosaan itu terjadi.

Namun, sembari menghela nafas dan sempat termenung, LK mengungkapkan bahwa dirinya butuh waktu yang cukup panjang dan persiapan yang matang untuk dapat berbicara terus terang di hadapan media. Terlebih, akibat yang dihasilkan dari peristiwa ini berdampak pada kondisi psikologisnya. 

Dia memaparkan, langkah keberanian tersebut muncul setelah pihak kepolisian dinilai lamban dalam menangani dugaan kasus pemerkosaan ini.

"Saya tidak sangka harus mengutarakan ini depan media, butuh kekuatan mental jelaskan di media," kata LK kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (20/6/2022).

Dia berucap, bagaimana dia bisa mengenal K, adalah bermula dari perkenalan di media sosial pada tahun 2020 silam. Selama hampir empat bulan, keduanya intens menjalin komunikasi melalui aplikasi pesan singkat.

Dia menerangkan, jika sosok K dikenalnya bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi asal Tiongkok yang berada di Indonesia. Singkat cerita, LK bertemu dengan K untuk pertama kalinya di sebuah restoran yang ada di bilangan Jakarta.

Hingga dua kali bertemu, saat itu LK mengaku tak menaruh rasa curiga sedikit pun terhadap sosok terlapor. Apalagi, secara penampilan, K terlihat seperti seorang intelektual.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar