Wanita Naas, Sudah Diperkosa Diminta Cabut Laporan Sama Polisi, Diancam WNA China Mau Dilapori Pemerasan

Rabu, 22 Juni 2022 18:43 WIB

Share
Wanita Naas, Sudah Diperkosa Diminta Cabut Laporan Sama Polisi, Diancam WNA China Mau Dilapori Pemerasan
Wanita asal Jakarta Utara berinisial IK (30) mengaku menjadi korban pemerkosaan WNA asal Tiongkok.(Foto: Ist)

"Kami berkomunikasi 4 bulan tatap wajah. Sempat bertemu di restoran tidak ada gelagat jahat dari K," ucap LK.

Namun, petaka pun datang pada pertemuan ketiga sekitar bulan Juli 2020. LK yang pada saat itu diajak akan bersantap di restoran, malah diajak ke tempat lain oleh K pada saat dalam perjalanan.

LK mengatakan, setelah tak jadi bersantap di restoran, K berdalih mengajakmya ke apartemen di kawasan Jakarta Barat dengan dalih situasi sedang Covid-19 yang mengganas. Sementara, kalau makan di restoran hanya diberi waktu 30 menit.

"Udah, kata dia makan di apartemen saja, dia (K) masak," kata LK mengulang percakapan waktu itu.

LK yang berprasangka baik pada K menuruti permintaannya. Tak disangka, pada pertemuan tersebut menjadi pengalaman pahit bagi hidupnya, Pelaku K, memperkosanya tanpa memikirkan akan dampak yang bakal ditanggung oleh LK.

LK menyebut, akibat perbuatan K tersebut, selain membuat luka pada psikologisnya, ternyata juga membuat luka robek pada bagian alat kelaminnya.

"Dari hasil visum terdapat luka robek cukup parah pada bagian organ vital. Bukti visum atau medis turut dilampirkan ke dalam laporan polisi," ungkapnya.

Pelaporan 
Usai merasa pelaporannya disepelekan, LK pun membuat laporan kembali di Polda Metro Jaya. Kini, LK berharap penuh pada penyidik di Polda Metro Jaya dalam memproses laporannya. Dia mengaku telah diperiksa sebagai pelapor, tapi sampai sekarang belum ada kelanjutannya lagi.

Sementara itu, Penasihat Hukum IK, Prabowo menerangkan, penanganan lamban karena pihak Kepolisian masih menunggu penjelasan dari tim dokter yang mengeluarkan hasil visum.

Prabowo berujar, Kepolisian mengajukan dokter sebagai saksi ahli. Sementara itu, Kepolisian juga mengalami kendala dalam memanggil terlapor.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar