Ditemukan Bukti Baru, Polisi Naikan Kasus Pemukulan Iko Uwais ke Tingkat Penyidikan

Kamis, 23 Juni 2022 21:08 WIB

Share
Ditemukan Bukti Baru, Polisi Naikan Kasus Pemukulan Iko Uwais ke Tingkat Penyidikan
Berkemeja abu abu aktor laga Iko Uwais bersama tim Kuasa Hukum dan kemeja kream Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Ivan Adhitira. Jumat (17/6/2022) malam.(Foto: Ihsan Fahmi)

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Polisi telah menaikkan tingkat gelar perkara kasus dugaan pemukulan yang diduga dilakukan oleh aktor laga kondang tanah air, Iko Uwais terhadap seseorang bernama Rudi ke tingkat penyidikan.

Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Ivan Adhitira menjelaskan alasan kasus tersebut kini telah naik tingkatan statusnya.

Ia menyebutkan bahwa terdapat barang bukti baru yang ditemukan. Di antaranya hasil Visum, serta handphone rusak milik istri pelapor.

"Beberapa barang bukti kita amankan, seperti surat visum et repertum, kemudian kita dapatkan juga handphone dari istri korban yang dalam kondisi sudah hancur, itu juga akan kita lakukan penyitaan minta izin pada Pengadilan Negeri setempat, kemudian hasil visum tersebut harus dijelaskan oleh orang yang paham," ujar Kompol Ivan Adhitira kepada wartawan, Kamis (23/6/2022) malam.

Lebih lanjut ia menjelaskan, barang bukti yang telah dikumpulkan itulah jadi petunjuk beberapa saksi dan dokter yang memeriksa visum pelapor.

"Petunjuk sudah beberapa kita amankan, nanti alat bukti-alat bukti yang lain termasuk beberapa saksi kita periksa termasuk nanti dokter yang melakukan pemeriksaan visum dari saudara RD juga akan kami lakukan pemeriksaan," ungkapnya.

Hingga saat ini, penyidik Polres Metro Bekasi Kota telah memeriksa enam orang saksi dugaan kasus pemukulan.

"Sampai saat ini masih sama, masih 6, nanti akan bertambah beberapa orang lagi termasuk dokter," bebernya.

Sayangnya, ia belum bisa memberikan keterangan secara rinci terhadap proses berpotensinya Iko Uwais ditetapkan sebagai tersangka. Ia katakan masih dilakukan pencarian alat bukti lainnya.

"Kita mohon waktu karena itu memang proses, jadi untuk penetapan tersangka setelah alat-alat bukti itu kami rasa cukup," kata Kompol Ivan.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar