Enam Tahun Curangi Takaran BBM, SPBU Gorda Serang Disegel Pertamina, Geleng-geleng Raup Untung Capai Rp7 Miliar

Kamis, 23 Juni 2022 08:47 WIB

Share
Enam Tahun Curangi Takaran BBM, SPBU Gorda Serang Disegel Pertamina, Geleng-geleng Raup Untung Capai Rp7 Miliar
Spanduk yang dipasang PT Pertamina setelah ditemukan kecurangan di SPBU Gorda. (Foto: Ist)

SERANG.POSKOTA.CO.ID - Setelah diketahui melakukan kecurangan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM), SPBU Gorda Nomor: 34-42117 di Jalan Raya Serang – Jakarta KM 70 Kecamatan Kibin Kabupaten Serang, pihak PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyegelan.

PT Pertamina memasang spanduk bertuliskan “SPBU INI SEDANG DALAM PEMBINAAN PT PERTAMINA PATRA NIAGA” di bagian depan SPBU bermasalah itu.


Kabidhumas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga mengatakan penyegelan dilakukan pihak pihak Pertamina setelah penyidik Subdit Indag Ditreskrimsus melakukan kordinasi. 

"Pertamina langsung melakukan penyegelan setelah penyidik Subdit Indag melakukan koordinasi. Status SPBU disegel dengan keterangan dalam pembinaan," ujar Shinto kepada wartawan, Rabu (22/6/2022) malam.

Seperti diketahui, personel Subdit Industri dan Perdagangan (Indag) Ditreskrimsus Polda Banten berhasil membongkar kecurangan takaran perdagangan bahan bakar minyak di SPBU Gorda, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.


Dalam pengungkapan tersebut penyidik Subdit Indag telah menetapkan 2 orang tersangka dengan peran yang berbeda. Tersangka BP (68), berperan sebagai manager SPBU dan FT (61), berperan sebagai pemilik tempat usaha SPBU.

Shinto menjelaskan para pelaku dengan sengaja menambahkan, komponen elektrik remote control serta saklar otomatis pada dispenser SPBU dalam memperdagangkan BBM yang mengakibatkan ukuran takaran tidak sesuai dengan jumlah yang sebenarnya. 


"Dari perbuatannya pelaku mendapatkan keuntungan sebesar 4 hingga 5 juta per hari. Perbuatan itu dilakukan sejak tahun 2016 sampai dengan Juni 2022 dengan jumlah keuntungan sekitar Rp7 miliar," kata Kabidhumas didampingi Kasubdit Indag Kompol Condro Sasongko.

Barang bukti yang diamankan penyidik yaitu berupa 2 unit remote control, 4 alat relay yang terpasang pada masing-masing dispenser BBM, 1 bundel slip setoran margin, 1 bundel slip setoran surplus, 4 unit handphone, 7 bundel arsip berita acara permodalan SPBU Nomor : 34-42117, 4 unit CPU, 1 buah ATM, 1 buah buku tabungan, dan 2 bundel rekening koran. (Haryono)
 

Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar