Kejagung Tak Sembarangan Panggil Orang, Mantan Mendag Lutfi Bisa jadi Kunci Bongkar Korupsi Pemberian Fasilitas Izin Impor Migor

Kamis, 23 Juni 2022 17:57 WIB

Share
Kejagung Tak Sembarangan Panggil Orang, Mantan Mendag Lutfi Bisa jadi Kunci Bongkar Korupsi Pemberian Fasilitas Izin Impor Migor
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dan Tandan Buah Sawit (foto: Kolase Ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pimpinan Komisi III, Adies Kadir menilai, keterangan mantan Mendag Muhammad Lutfi sangat dibutuhkan Kejaksaan. Dia meyakini, Kejagung tidak sembarangan memanggil orang-orang tertentu. Dia berharap Lutfi mau membongkar persoalan migor.

"Berikan penjelasan secara rinci agar kasus ini dapat terungkap siapa-siapa saja yang terlibat," ujar Adies dalam keterangan resmi yang diterima Poskota.co.id, Kamis, (23/6/2022).

Guru Besar Hukum Universitas Borobudur, Faisal Santiago di kesempatan berbeda meyakini mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memberikan keterangan komprehensif, apa adanya, terkait kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas izin impor minyak goreng.

Menurut dia, Lutfi harus membuka apa yang terjadi sesungguhnya dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas impor minyak goreng supaya bisa terungkap siapa dalang di belakang dari ini semua.

"Harusnya seperti itu (buka-bukaan) biar kelihatan juga siapa di belakangnya," jelas Faisal.

Dia juga mencermati, meski proses penegakan hukum berjalan, harga minyak goreng belum juga mengalami penurunan. 

Dengan demikian, Faisal melihat penerapan HET yang dilakukan Kemendag dimasa Mendag Lutfi sudah benar. Menurutnya, penghapusan HET dan mengikuti harga pasar menyebabkan kelangkaan minyak goreng.

"Itu terjadi karena kebijakan atau aturan yang menyebabkan hal itu terjadi," ujarnya.

Seperti diketahui, mantan Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Agung, Rabu, (22/6/2022). 

Lutfi hadir untuk memberikan keterangan sebagai saksi kasus dugaan pemberian izin ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak goreng dan turunannya periode Januari 2021 sampai Maret 2022.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar