Warisan Gubernur Sebelumnya Diklaim, Kemiskinan Bertambah, Polusi Udara Parah, PDIP: Apa Sih yang Dibanggakan dari Anies Baswedan?

Kamis, 23 Juni 2022 21:57 WIB

Share
Warisan Gubernur Sebelumnya Diklaim, Kemiskinan Bertambah, Polusi Udara Parah, PDIP: Apa Sih yang Dibanggakan dari Anies Baswedan?
Kondisi tumpukan sampah di Kali Koja, Jakarta Utara dan Gubernur DKI Jakarta, Anis Bawedan. (Foto: Kolase olahan dari Google)

Namun itu juga bukan semata-mata hasil kerja Gubernur Anies Baswedan, melainkan suatu proses panjang yang telah dilakukan sejak era gubernur-gubernur sebelumnya.

"MRT itu bukan murni hasil dari program Pak Anies, Beliau hanya sifatnya meresmikan MRT yang terealisasi pada saat ini saja. Kenyataannya bahwa program MRT itu program hasil proses panjang dari Gubernur-Gubernur sebelumnya. Pembangunan di Jakarta hanya sebatas wujud harapan semata saja, dan belum ada yang berubah secara signifikan," tutur Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA Angkatan LXII itu.

Tak hanya MRT, sambung Kent, demikian juga Jakarta Internasional Stadium (JIS) bukanlah murni hasil karya Anies Baswedan, tetapi ada andil dari gubernur gubernur terdahulu. Gubernur Anies Baswedan telah mencanangkan untuk melanjutkan pembangunan stadion bertaraf Internasional tersebut pada tanggal 14 Maret 2019. 

"JIS bukanlah murni karya Anies semata, tetapi andil dari gubernur-gubernur sebelumnya juga harus di ingat. gubernur gubernur sebelum Anies Baswedan yang sudah membuat kajian dan kemudian dengan susah payah membebaskan lahan untuk pembangunan JIS. Jadi Anies Baswedan jangan mengklaim seakan-akan JIS adalah hasil dari karya dia, untuk JIS ini Anies seperti tertiban duren runtuh, Anies dan pendukungnya menframing seakan akan JIS ini adalah murni karya Anies Baswedan, padahal bukan. dia sifatnya hanya meresmikan saja," ketusnya.

Menurut Kent, untuk menata Jakarta sangatlah mudah hanya ikuti saja yang sudah direncanakan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Jakarta 2030.

Selain itu, Kent pun menambahkan, saat ini kualitas udara di Ibu Kota dinobatkan menjadi kualitas udara terburuk nomor tiga di dunia beberapa hari ke belakang. Hal itu sangat bertolak belakang dengan usainya pagelaran balap mobil listrik atau Formula E di Jakarta beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), penyebab kualitas udara di Jakarta memburuk karena beberapa hari terakhir tingkat polutan di Jakarta mengalami lonjakan, berada pada level 148 µg/m3. Tingginya angka polutan membuat kualitas udara di Jakarta masuk dalam kategori udara tidak sehat. Bahkan polutan tersebut dapat terlihat secara kasatmata.

"Kualitas udara di Jakarta sangat bahaya sekali, berdasarkan laporan Air Quality Life Index (AQLI), penduduk yang berada di Jakarta diperkirakan kehilangan harapan hidup rata-rata 3-4 tahun akibat polusi udara. Tak hanya itu, dampak polusi udara di Jakarta disebut enam kali lebih berbahaya dari pada penyakit AIDS yang disebabkan oleh virus HIV," beber Kent. 

Kent pun berharap Pemprov DKI mempunyai strategi untuk menangani masalah polusi buruk di Jakarta ini, seperti mendorong terus agar pekerja Work From Home (WFH) bisa dijadikan sebagai budaya baru, jadi tidak semua orang harus pergi ke kantor, lalu penerapan ganjil genap di seluruh kawasan diberlakukan untuk semua kendaraan, baik itu kendaraan roda empat atau pun roda dua. 

Lalu masalah yang tak pernah kunjung selesai dari tahun ke tahun yakni banjir. Menurut Kent, Anies Baswedan hingga saat ini belum bisa menyelesaikan masalah banjir yang kerap melanda wilayah Jakarta, walaupun sejumlah program dikerjakan seperti membuat sumur resapan yang ternyata tidak dapat mengendalikan banjir.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar