Warisan Gubernur Sebelumnya Diklaim, Kemiskinan Bertambah, Polusi Udara Parah, PDIP: Apa Sih yang Dibanggakan dari Anies Baswedan?

Kamis, 23 Juni 2022 21:57 WIB

Share
Warisan Gubernur Sebelumnya Diklaim, Kemiskinan Bertambah, Polusi Udara Parah, PDIP: Apa Sih yang Dibanggakan dari Anies Baswedan?
Kondisi tumpukan sampah di Kali Koja, Jakarta Utara dan Gubernur DKI Jakarta, Anis Bawedan. (Foto: Kolase olahan dari Google)

Kent menilai program penanggulangan banjir yang dicanangkan Anies Baswedan gagal total, karena apa yang dilakukannya sebelum musim penghujan tidak sama sekali membantu dalam menanggulangi banjir.

"Program penanggulangan banjir Anies gagal total, kenapa dia tidak fokus terhadap normalisasi kali. Jangan pada saat kejadian banjir baru sibuk memikirkan cara penanggulangannya. Masalah normalisasi kali saja tidak dikerjakan secara maksimal, masalah pembebasan lahan pun masih terkendala disejumlah daerah, baru daerah sekitar Rawajati Pancoran dan beberapa lahan bidang tanah yang sudah dibebaskan. Jika program normalisasi kali ini bisa di lakukan secara maksimal, sedikit banyak penanganan banjir di Jakarta yang lingkupnya antarwilayah dari Bogor sampai Jakarta bisa lebih maksimal untuk diatasi," tegas Kent.

Selain itu, Kent kerap meminta agar Anies fokus membuat program normalisasi dan saluran air di perkampungan warga, karena banyak perkampungan di DKI Jakarta tidak mempunyai saluran air yang memadai, jadi jangan hanya sumur resapan saja yang jelas-jelas tidak membantu menangani banjir.

"Saluran air harus digalakkan lagi, banyak perkampungan tidak mempunyai saluran air yang memadai. Program sumur resapan tidak ada gunanya, program tersebut tidak mempunyai perencanaan yang matang, tidak ada kajian yang jelas, road map pekerjaan, seharusnya dari Dinas terkait yang menentukan titik titik mana saja yang layak untuk di bangun sumur resapan tersebut, jangan malah kontraktor yang di suruh nentukan titik sendiri. Kontraktor pada prinsipnya takut terkena pinalti di karenakan pengerjaan sumur resapan tersebut, pasti ada deadline kan? Kalau kena pinalti yah otomatis kenda denda dan kontraktor khawatir tidak di bayar hasil pengerjaannya, Hasilnya yah ngerjain asal asalan dan berantakan tidak tepat sasaran," beber Kent.

Menurut Kent, menjelang masa-masa akhirnya Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI pada 16 Oktober 2022, banyak pekerjaan rumah yang belum diselesaikan. Oleh karena itu, ia meminta agar 'warisan' gubernur sebelumnya bisa diselesaikan dengan baik, dan tidak membuat program-program yang ngawur dan aneh.

"Menjelang berakhirnya jabatan Pak Anies, saya harap bisa mempunyai warisan yang baik yang bisa di ingat oleh warga Jakarta, bukan yang hanya di ingat oleh pendukungnya saja. Lakukan program yang merata, nyata dan sampai ke Masyarakat bawah bisa merasakan efek positifnya,  agar warga Jakarta dapat mengingat bahwa ini loh hasil karya pak Anies selama menjabat gubernur DKI Jakarta," tutur Kent.

(Julian)

 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar