Jalan Kaki Mengitari Pegunungan Demi Salurkan Bantuan ke Korban Terdampak Bencana yang Terisolir

Minggu, 26 Juni 2022 15:59 WIB

Share
Jalan Kaki Mengitari Pegunungan Demi Salurkan Bantuan ke Korban Terdampak Bencana yang Terisolir
Sejumlah relawan dan petugas gabungan berjalan kaki sambil memanggul sembako untuk warga yang terisolir longsor, Minggu (26/6/2022). (Foto: Billy) 

BOGORPOSKOTA.CO.ID - Tim gabungan bersama relawan dan warga harus berjalan kaki sejauh 12 kilometer mengitari perbukitan, demi membawa logistik kebutuhan warga yang terisolir di Kampung Babakan Pamatang RT 01/RW 08, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. 

Hingga hari kelima paska bencana banjir bandang dan longsor, jalur akses ke kawasan tersebut masih tertutup material longsoran.

Melalui semak belukar, jalan menanjak dan terjal, para relawan dan jurnalis terus berjalan menembus hutan dan perbukitan. 

Muhammad Agil, seorang jurnalis yang tergabung dalam JMI Bogor Raya mengaku tertantang untuk sampai ke pemukiman warga yang terisolir.

Ia menjumpai banyak warga yang trauma dan kesulitan mendapatkan suplai makanan.

"Kondisinya memprihatinkan, mereka terjebak disana dan butuh bantuan," kata Agil, Minggu (26/6/2022). 

Agung, Anggota BPBD Kabupaten Bogor yang juga ikut menyertai rombongan relawan mengatakan,  setelah melalui jalan yang terjal dan berbukit, pihaknya berhasil masuk ke Kampung Babakan Pamatang. 

"Kami membawa sembako dengan berjalan kaki. Selanjutnya kami akan membuat Dapur umum, di RW 09 dan RW 11 masih dalam assesment, di RW 08 ada 13 rumah rusak berat,” paparnya.

Sementara itu, Tedi, Ketua RW 08 mengatakan, bantuan sudah masuk ke RW 08 walaupun dengan akses yang sulit.

“Sampai saat ini, akses jalan utama lumpuh tidak melintasi jadi mau ga mau kita melintasi jalan alternatif lewat hutan dan lembah,” kata dia. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar