Anies Dianggap Nggak Bisa Kerja, PDIP: Tidak Mampu Atasi Polusi Udara, Malah Terburuk Sedunia

Senin, 27 Juni 2022 17:34 WIB

Share
Anies Dianggap Nggak Bisa Kerja, PDIP: Tidak Mampu Atasi Polusi Udara, Malah Terburuk Sedunia
Gubernur DKI, Anies Baswedan. (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - DPRD DKI Jakarta menuding Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak bisa bekerja. Pasalnya, di usia yang hampir menyentuh setengah abad Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI malah mendapatkan hadiah polusi udara terburuk di Dunia.

"Ungkapan Jakarta kota global sangat tidak menyentuh, saat kota berusia 495 tahun tapi tidak mampu mengatasi polusi, malah terburuk se dunia," ujar Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak, Senin (27/6/2022).


Tak hanya masalah udara, Politikus PDIP ini juga menyindir permasalahan banjir, kemacetan yang kerap menjadi persoalan Ibu Kota Jakarta.

"Tidak mampu mengatasi banjir yang melanda warganya, tanpa rumah layak huni, kemacetan di mana-mana dan lainnya," ujar Gilbert.

Seharusnya, kata Gilbert, di saat warga hadir di Jakarta International Stadium (JIS) dalam malam puncak Jakarta Hajatan dimanfaatkan Anies untuk mendidik warganya. Sebab, tak hanya masalah udara, COVID-19 di Jakarta sampai hari ini juga kian naik.


"Saat warga hadir di JIS, dimanfaatkan untuk mendidik kembali disiplin bermasker atau solusi jangka pendek lainnya untuk COVID-19 yang kasusnya menaik dan polusi terburuk di dunia," tandasnya.


Diberitakan sebelumnya, juru kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Bondan Andriyanu mengatakan, satu hal yang sudah tidak bisa dibantah lagi, bahwa polusi udara di Jakarta masuk kategori tidak sehat dalam beberapa hari ini. Data-data ini mengacu pada data resmi yang dimiliki pemerintah yaitu KLHK dan DLH DKI Jakarta. 

"Salah satu penyebabnya memang cuaca, tetapi penyebab utama lainnya adalah masih adanya sumber pencemar udara (bergerak dan tidak bergerak) yang terbukti belum bisa dikendalikan serius melalui kebijakan yang seharusnya diambil oleh pemerintah," ujar Bondan. (Aldi)
 

Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar