Beli Minyak Goreng Curah Wajib Pakai Aplikasi PeduliLindungi, Warga Takut NIK Disalahgunakan Orang Lain Buat Pinjaman Online

Senin, 27 Juni 2022 17:29 WIB

Share
Beli Minyak Goreng Curah Wajib Pakai Aplikasi PeduliLindungi, Warga Takut NIK Disalahgunakan Orang Lain Buat Pinjaman Online
Penjual Minyak Goreng Curah di Pasar Kebayoran Lama, Muhammad Halomoan Nasution mengungkapkan keluhan syarat pembelian migor curah pakai aplikasi PeduliLindungi.(Foto: Wanto)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah berencana untuk menerapkan program penggunaan NIK atau aplikasi PeduliLindungi untuk setiap pembelian minyak goreng curah. Tapi rencana ini masih menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat baik pedagang maupun pembeli.

Sebelum penerapannya, pemerintah akan memberi sosialisasi terlebih dahulu selama dua minggu terhitung sejak Senin (27/6/2022).

Ketentuan pembelian minyak goreng curah satu drum harus dengan persyaratan 90 KTP ditambah dengan ketentuan maksimal pembelian minyak goreng curah maksimal sebanyak 10 Kg untuk 1 NIK dalam per harinya.

Seorang pedagang di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan,  Muhammad Halomoan Nasution mengungkapkan, kini penjualan minyak goreng curang sulit. Makin sedikit orang yang meminati lantaran ada aturan baru yang mengharuskan menggunakan aplikasi peduli lindungi.

"Jadinya malah ribet. Takut mereka juga jadi enggak mau beli. Penjualan juga hari ini juga agak sepi gimana besok,"ujar Muhammad kepada Poskota.co.id, Senin, (27/6/2022).

Di sisi lain, para pelanggan yang yang biasa menggunakan minyak goreng curah tentunya merasa sanggat takut karena berfikir NIK yang diberikan akan disalah gunakan dalam bentuk pinjaman online atau yang lainnya.

Tidak jarang dari mereka melakukan transaksi pembelian di atas 10 Kg dalam sehari lantaran akan dijual kembali dalam bentuk eceran.

"Nggak mau ah saya kalau di pintain NIK kayak begitu, nanti kejadiannya sama kayak anak saya lagi ditipu dia mah gak minjem eh di suruh bayar. Takut saya mah, masa beli minyak goreng curah dua liter aja kudu pake KTP,” kata Seni salah satu pembeli minyak goreng curah di Pasar Kebayoran Lama.

Para pedagang dan pelanggan minyak goreng curah berharap pemerintah mempermudah peraturan untuk masyarakat bukan mempersulit seperti sekarang ini.

"Pengenya kayak semula, stoknya banyak, belinya nggak ribet. Beli minyak goreng masa' pake aplikasi, udah kayak ngegojek aja," kata Seni. 
(Wanto)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar