Diduga Ada Esek-eseknya dalam Usaha, Griya Pijat Ditutup Permanen, Pemiliknya Terancama Pidana Kurungan

Senin, 27 Juni 2022 16:32 WIB

Share
Diduga Ada Esek-eseknya dalam Usaha, Griya Pijat Ditutup Permanen, Pemiliknya Terancama Pidana Kurungan
Satpol PP telah memasang spanduk penutupan permanen Griya Pijat yang sediakan jasa prostitusi berbalut 'Bungkus Night Vol 2'.(Foto: Zendy)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Griya pijat Hamilton Spa & Massage saat ini sudah dilakukan segel permanen oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) siang ini, Senin (27/6/2022). Diduga penutupan itu terkait pelanggaran Perda dengan tetap melakukan praktik esek-esek.

Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga telah mencabut izin usaha Griya Pijat yang berada di kawasan Ruko Grand Wijaya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Usut punya usut, badan usaha Hamilton Spa & Massage terancam dikenakan sanksi oleh Dinas Parekraf.

"(Badan usaha) akan dikenakan tindakan pidana terhadap pelanggaran Perda yang diatur didalam Perda 8 Tahun 2007," kata Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin saat ditemui di depan Griya Spa itu, Senin (27/6/2022).

Kendati demikian, Arifin mengaku belum dapat memastikan secara detail terkait bentuk sanksi yang diberikan kepada badan usaha Hamilton Spa & Massage. Menurutnya, Griya Pijat tersebut sanksinya berupa pidana kurungan maupun denda maksimal senilai Rp 50 juta.

"Ada sanksinya di situ apakah nantinya akan dikenakan sanksi berupa kurungan atau sanksi berupa sanksi pidana denda," ucap Arifin.

Selanjutnya, dari pantauan Poskota.co.id di lokasi, Satpol PP menutup permanen Griya Pijat itu dengan cara menempelkan tiga stiker.

Adapun stiker itu bertuliskan "Menutup dan Melarang Kegiatan Usaha, Nama Usaha: Hamilton Spa & Massage, Jenis Kegiatan: Griya Pijat".

"Barang siapa melakukan perusakan dan pelanggaran atas pengumuman ini akan dituntut sesuai ketentuan hukum yang berlaku," jelasnya.

Selain itu, ada juga spanduk yang tulisannya serupa dengan stiker tersebut.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar