Emirsyah Satar dan Dirut PT Mugi Rekso Abadi Ditetapkan Tersangka Korupsi Pengadaan Pesawat CRJ 1000 dan ATR 72-600, Begini Peran Keduanya

Senin, 27 Juni 2022 15:42 WIB

Share
Emirsyah Satar dan Dirut PT Mugi Rekso Abadi Ditetapkan Tersangka Korupsi Pengadaan Pesawat CRJ 1000 dan ATR 72-600, Begini Peran Keduanya
Ilustrasi Maskapai Garuda.(ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) RI telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat CRJ 1000 dan ATR 72-600.

Dari kedua tersangka tersebut salah satu tersangka merupakan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Emirsyah Satar. Dan satu tersangka lainnya ialah Soetikno, Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi.

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan, peran Emirsyah ialah sebagai pelaksana kerja dan penanggung jawab saat menjabat sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

"Penanggung jawab atas pelaksana kerja salama dia menjabat sebagai direktur," kata Burhanuddin di Kejagung, Senin (27/6/2022).

Selanjutnya, Emirsyah ini yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut mulai dari pengadaan barang hingga soal kontrak.

"Mulai dari pengadaannya, dan tentunya tentang kontrak-kontrak yang ada. Itu yang minta pertanggungjawaban," ujar Burhanuddin.

Adapun peran tersangka Soetikno tak dijelaskan detail oleh Burhanuddin.

Dia hanya menjawab peran Soetikno sama dengan tersangka Emirsyah.

"Peran SS sama," ujar Burhanuddin.

Atas perbuatan Emirsyah dan Soetikno, mereka dijerat Pasal Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar