Geruduk Balai Kota, Kosgoro, Sapma PP dan KNPI Desak Wagub Riza Patria Cabut Izin Usaha Holywings

Senin, 27 Juni 2022 16:59 WIB

Share
Geruduk Balai Kota, Kosgoro, Sapma PP dan KNPI Desak Wagub Riza Patria Cabut Izin Usaha Holywings
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menulis pernyataan di banner yang dibawa organisasi kepemudaan Kosgoro, Sapma PP dan KNPI. (Foto: Poskota/Aldi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sejumlah organisasi kepemudaan mendesak Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria untuk mencabut izin usaha Bar Holywings. Hal ini terkait promosi minuman alkohol gratis untuk yang memiliki nama Muhammad dan Maria.

Terdapat tiga organisasi kepemudaan yang mendesak, yakni Kosgoro, Satuan Pelajar-Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP), dan juga Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).


Mereka mendatangi kantor Wagub Riza Patria di Balai Kota, Jakarta Pusat pada Senin (27/6/2022). Kedatangan mereka diterima langsung oleh Wagub Riza Patria.

Sejumlah massa itu juga membawa banner bertuliskan pernyataan sikap untuk mencabut usaha Holywings. Wagub Riza pun menuliskan di banner yang mereka bawa, yakni 'Pemprov DKI Bertindak Sesuai Aturan Yang Berlaku'.


Bendahara Umum KNPI, Ahmad Wibianto menegaskan, pihaknya tidak lagi mentolerir apa yang dilakukan pihak Holywings.

"Artinya kita tidak mentolerir soal kasus sara, artinya kami berangkat dari kepemudaaan sudah menyampaikan apa yang menjadi kegelisahan di publik," tegas Wibianto kepada awak media di Balaikota DKI Jakarta, Senin (27/6/2022).

Ia pun berharap, kedatangannya ini dapat menjadi obat agar masyarakat bisa kembali tenang setelah promosi minuman keras (miras) yang dilakukan Holywings telah membuat kegaduhan.


"Kita berharap dengan datangnya ini menjadi salah satu obat untuk membuat situasi menjadi lebih tenang karena kita sudah cukup dengan kasus sara," ujarnya.

Wibianto juga mengatakan, semoga apa yang dilakukan Holywings dapat dijadikan pembelajaran bagi pemilik usaha resto dan bar lainnya.

"Semoga ini menjadi pembelajaran bagi pelaku usaha resto dan bar karena kenapa jangan lah kita berpikir menggampangkan suatu hal dengan kepentingan pribadi, jadi itu yang dapat saya sampaikan," tandasnya.

Halaman
Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar