Pede Nyapres di 2024, Cak Imin: Indonesia Akan Adil, Makmur dan Sejahtera jika Presidennya dari Santri

Senin, 27 Juni 2022 15:12 WIB

Share
Pede Nyapres di 2024, Cak Imin: Indonesia Akan Adil, Makmur dan Sejahtera jika Presidennya dari Santri
Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin). (Foto: Instagram/@cakiminow)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku percaya diri untuk maju sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Menurut Cak Imin, tidak ada alasan untuk tidak punya nyali maju sebagai capres, meski PKB baru memiliki modal 10% sebagai syarat pencalonan presidential threshold (PT). Selama ini banyak pihak yang mempertanyakan mengapa dirinya benar-benar mantap maju dalam Pilpres 2024. 


Menurutnya, pesantren memiliki konsep yang lengkap dalam hal kepemimpinan maupun pembangunan bangsa dan negara. Kaum pesantren punya doktrin, ajaran, teori, strategi, ilmu kemasyarakatan, ilmu keumatan, kebangsaan hingga lahir darussalam, mabadik khoiru ummah. 

"Teori pesantren jauh lebih tua dari teori sosialisme, kapitalisme. Semuanya lengkap, masak kayak gini nggak percaya diri,” ujarnya di Madura, Minggu (27/6/2022).

Dikatakan Cak Imin, kaum santri wajib memiliki kepercayaan diri yang kuat karena memiliki warisan yang kokoh dan mengakar dalam konsep pembangunan mulai dari unit terkecil di lingkup keluarga hingga unit keumatan, kebangsaan, dan kenegaraan.

”Seharusnya pesantren menjadi arus utama yang  percaya diri dalam memengaruhi pembangunan bangsa,” tuturnya. 


Wakil Ketua DPR ini mengatakan, bahwa Indonesia sudah pernah menerapkan konsep pembangunan ala sosialisme timur dan cenderung komunisme pada era Bung Karno yang belakangan dikenal dengan pola pikir sosialisme. 

Kemudian pada era orde baru, Soeharto menerapkan model pembangunan leberalisme yang diadopsi dari Amerika Serikat (AS). 

"Ujungnya bangkrut. Tahun 1998 rontok. Negara rugi ratusan triliun akibat pemilihan model kapitalisme, liberalisme maka era reformasi lahir, era demokrasi. Era ini siapapun boleh mewarnai jalannya pemrerintahan, bangsa dan negara," katanya. 

Karena itu, kata Cak Imin, semua anak bangsa memiliki hak yang sama dalam mewarnai bangsa ini. 

Halaman
Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar