Terpaksa Kirim Surat ke Kapolda Metro, Penanganan Kasus Pemerkosaan Lamban, Korban Khawatir WNA Pelaku Kabur ke China

Senin, 27 Juni 2022 15:57 WIB

Share
Terpaksa Kirim Surat ke Kapolda Metro, Penanganan Kasus Pemerkosaan Lamban, Korban Khawatir WNA Pelaku Kabur ke China
LK bersama Kuasa hukumnya, Prabowo menemui awak media usai menyurati Kapolda Metro Jaya guna meminta atensi terkait penanganan dugaan kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh WN Tiongkok berinisial K.(Foto: Andi Adam)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sengkarut kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok berinisial K terhadap seorang wanita berinisial LK (30) asal Pluit, Jakarta Utara belum menemukan titik terang, kendati Polda Metro Jaya sebelumnya menyatakan bakal segera melakukan proses gelar perkara dugaan kasus tersebut.

Lantaran tak menemukan titik terang, akhirnya LK bersama Kuasa hukumnya, Prabowo kembali mendatangi Polda Metro Jaya untuk memberikan surat kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran guna memberikan atensi terkait mangkraknya penanganan kasus ini.

"Kedatangan saya dan korban ini terkait dengan pelaporan dugaan kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh WN China berinisial K. Jadi, di sini kita menyurati atau meminta tanggapan Kapolda Metro Jaya agar dapat memberikan atensi yang lebih, terkait penanganan kasus ini," kata Prabowo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (27/6/2022).

Prabowo melanjutkan, dalam hal ini, surat yang ditujukan oleh kliennya kepada Kapolda Metro itu pun membuahkan hasil, dengan adanya bukti tanda terima yang dibubuhkan oleh Sekretaris Umum Kapolda Metro Jaya.

"Suratnya diterima oleh Sekretaris Umumnya. Dan kalau tidak ada halangan, kata stafnya, tadi akan langsung dibaca oleh Kapolda Metro Jaya pada sore hari ini," ujar dia.

Dia pun menjelaskan, alasannya menyurati orang nomor 1 di Polda Metro Jaya itu, ialah lantaran dia merasa bahwa penanganan kasus ini seakan mangkrak tanpa adanya kepastian penyelidikan.

Karenanya, Prabowo berharap, dengan diterimanya surat ini penyidik Polda Metro Jaya dapat segera menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) agar status hukuk terlapor dapat diketahui dengan jelas.

"Jadi urgensinya di sini adalah karena lamanya kasus ini. Sudah sampai tiga bulan dan bukti-bukti semua mulai dari visum, psikiater, atau pun yang lainnya itu sudah dilengkapi, sudah kita lakukan sesuai prosedur yang diminta oleh penyidik," imbuhnya.

"Tapi, sampai hari ini hanya kata-kata mulai dari naik sidik, sudah gelar perkara sampai hari ini juga kita belum menerima SP2HP lanjutan atau pun SPDP tentang status terlapor apakah sudah jadi tersangka atau masih bagaimana," sambungnya.

Menurut Prabowo, terlapor K yang merupakan WN Tiongkok bisa saja melarikan diri apabila penanganan kasus ini terus kelabu tak jelas.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar