Beli BBM Pakai Aplikasi Tuai Protes, Warga Khawatir Bisa Terjadi Kebakaran

Rabu, 29 Juni 2022 12:20 WIB

Share
Beli BBM Pakai Aplikasi Tuai Protes, Warga Khawatir Bisa Terjadi Kebakaran
Pengendara sepeda motor saat antre membeli BBM di salah satu SPBU di kawasan Jakarta Barat. (Foto: Poskota/Pandi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar diwajibkan menggunakan aplikasi Mypertamina menuai protes dari masyarakat.

Putra (27), warga Ciledug meminta kebijakan tersebut dikaji ulang. Sebab, penggunaan aplikasi dinilai terlalu berbahaya karena penggunaannya melalui hape.


"Itu kan pom bensin ya, jelas-jelas dilarang menggunakan hape, tapi ini malah disuruh pakai aplikasi, kalau terjadi kebakaran gimana?," katanya saat ditemui, Rabu (29/6/2022).

Selain itu, Putra menilai penggunaan aplikasi saat melakukan pembelian BBM dirasa kurang efektif. Dikhawatirkan akan terjadi antrean yang cukup panjang.

Pria yang bekerja di salah satu perusahaan swasta itu selama ini kendaraanya selama ini mengonsumsi BBM Shell. 


"Nggak pakai aplikasi aja yang beli Pertalite itu ngantre, gimana kalau pakai aplikasi. Bisa-bisa ngantre panjang banget," ucapnya.

Terpisah, Umar (30) salah satu pengemudi ojol mengatakan, penggunaan aplikasi pada pengisian BBM dinilai kurang tepat. Dia takut nantinya akan terjadi antrean panjang.

"Kayak hape saya ini udah berat banget. Kalau saya harus pakai aplikasi mau nggak mau harus download. Hape saya aja lemot, nanti kalau tiba-tiba error lagi di pom bensin gimana?," tanya Umar kebingungan.


Umar menuturkan, lebih baik pemerintah fokus membehahi harga BBM jenis Pertamax yang tinggi. Kata Umar, banyak warga yang beralih ke Pertalite sejak Pertamax naik.

"Mending Pertamax diturunin aja harganya, karena teman seprofesi saya juga banyak yang pakai Pertalite sejak harga Pertamax naik jadi Rp12.500 perliter," tuturnya.

Halaman
Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar