Duka Nestapa Korban Longsor Cianten, Rumahnya Rata dengan Tanah, Harta yang Tersisa hanya Baju di Badan

Rabu, 29 Juni 2022 20:46 WIB

Share
Duka Nestapa Korban Longsor Cianten, Rumahnya Rata dengan Tanah, Harta yang Tersisa hanya Baju di Badan
Abdul Muis menunjukan rumahnya yang rata dengan tanah akibat bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di wilayah perkebunan teh Cianten, Leuwiliang, Kabupaten Bogor. (Foto: Billy)

BOGOR, POSKOTA.CO.ID - Duka mendalam masih menyelimuti korban terdampak banjir bandang dan longsor di Cianten, Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Rumahnya hancur hingga rata dengan tanah, yang tersisa hanya puing-puing dan nestapa. 

Abdul Muis (39), warga RT 03/RW   09 Kampung Pangkalan Limus, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, tak menyangka rumah yang sudah dihuninya selama 13 tahun itu hancur diterpa longsoran. 

Saat kejadian, Rabu (22/6/2022) sore, ia bahkan sedang menolong tetangganya yang terendam banjir. 

"Saat itu hujan deras, petir dan angin kencang. Tetangga saya rumahnya kebanjiran, jadi saya bantu evakuasi barang-barangnya ke dekat rumah saya. Saat itu terdengar gemuruh lalu tebingan di belakang rumah saya tiba-tiba ambrol menimpa rumah saya," kata Muis, saat ditemui Poskota.co.id, Rabu (29/6/2022). 

Muis mengaku bersyukur kedua anak dan istrinya terhindar dari marabahaya itu. Namun, harta bendanya kini lenyap tak bersisa. 

"Yang tersisa hanya baju yang saya dan anak istri pakai saja," ujarnya lirih. 

Pria yang berprofesi sebagai penjual sate keliling itu kini tinggal di rumah kerabatnya. Sementara rumahnya rata dengan tanah. Semua barang berharga yang menjadi aset berharganya lenyap tak bersisa. 

"Jika ada pilihan evakuasi, saya mau saja asal tidak jauh dari saudara-saudara saya di sini," kata Muis. 

Muis mengaku sudah mendapatkan sembako dari relawan yang berhasil menembus wilayahnya melewati 16 titik longsoran yang memutus akses jalan ke wilayahnya. 

"Baru hari ketiga ada bantuan sembako, itupun relawan yang berjalan kaki dari bawah (Leuwiliang). Petugas juga sudah datang mendata dan melihat kondisi rumah saya," ujarnya. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar