Hasil Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Hari Raya Idul Adha 10 Juli, Muhammadiyah 9 Juli

Rabu, 29 Juni 2022 20:57 WIB

Share
Hasil Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Hari Raya Idul Adha 10 Juli, Muhammadiyah 9 Juli
Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi. (dok pribadi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Adha dan  penyembelihan hewan kurban jatuh pada hari Minggu, 10 Juli 2022 atau 10 dzulhijah 1443 H.
       
Keputusan tersebut diambil  melalui   Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) di Jakarta, Rabu malam (29/6/2022).
      
Umat Muslim tahun ini mengalami perbedaan dalam merayakan Idul Adha 10 Zulhijah 1443 H. Karena PP Muhammadiyah sebelumnya telah menetapkan Idul Adha 1443 H jatuh pada hari Sabtu (9/7/2022).
      
Pengumuman hasil Sidang Isbat tersebut disampaikan Wakil Menteri Agama Zainut dan didampingi Ketua MUI KH Abdullah Jaidi dan juga Ketua Komisi VIII Yandri Susanto.

Zainut mengungkapkan, Kemenag telah melaksanakan Sidang Isbat penentuan 1 Zulhijah dan hari raya Idul Adha 2022 pada Rabu (29/6/2022) pukul 18.15 WIB.
       
Sehingga Hari Raya Idul Adha jatuh pada Minggu (10/7/2022). 

"Dari 86 titik belum ada yang melihat hilal. Oleh karenanya,berdasarkan hisab belum memenuhi kriteria, dan laporan hilal belum terlihat, bahwa 1 Zulhijah 1443 jatuh pada 1 Juli 2022," ujar Wamenag.
     
Ketua MUI KH Abdullah Jaidi dalam keterangannya mengatakan, kita sama-sama tahu bahwa  dalam kenyataannya telah terjadi  perbedaan dalam penetapan Iduladha 1443 H.
      
"Karena Muhammadiyah sebelumnya telah menetapkan Iduladha jatuh pada 9 Juli 2022. Tentu ini adalah sesuatu yang biasa terjadi adanya perbedaan," terang Abdullah Jaidi. 

     
Abdullah Jaidi mengajak untuk saling menghormati dengan adanya perbedaan tersebut. Kemudian bagaimana dengan pelaksanaan puasa Arafah, Abdullah Jaidi menjelaskan bahwa puasa bisa dilaksanakan dari tanggal 1 - 9 Zulhijah 1443.
      
"Jadi mereka yang melaksanakan puasa pada hari Sabtu, 9 Zulhijah bertepatan dengan 9 Juli 2022 dibolehkan ," Abdullah Jaidi menjelaskan. 
(Agus Johara)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar