Meski Ditimpa Pandemi, Produksi Kopi Dara Tetap Meningkat 9 Kali Lipat

Rabu, 29 Juni 2022 19:45 WIB

Share
Meski Ditimpa Pandemi, Produksi Kopi Dara Tetap Meningkat 9 Kali Lipat
Kompos Pilihan Dari Bawang Merah alias Kopi Dara yang dikembangkan Kelompok Tani Mustika (IST)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kompos Pilihan Dari Bawang Merah alias Kopi Dara yang dikembangkan Kelompok Tani Mustika di Kramat Jati Jakarta Timur berhasil meningkatkan produksi pupuknya lebih dari sembilan kali lipat meskipun dalam kondisi pandemi. 

Kelompok Tani Mustika yang telah hampir satu tahun menjadi mitra binaan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya ini pada awal tahun 2022 berhasil memproduksi 50 kg pupuk kompos per bulan, namun kini produksi mencapai 480 kg pupuk kompos per bulan dalam kondisi cuaca normal atau tidak banyak curah hujan. 

Peningkatan produksi juga didukung dengan adanya kerja sama dari beberapa pengepul kulit bawang merah yang menyuplai ke dikembangkan Kelompok Tani Mustika.

Kopi Dara yang bermula dari keresahan warga akan tumpukan limbah bawang merah karena sebagian dari mereka bekerja menjadi pengupas bawang merah. 

Inisiatif muncul dari Kelompok Tani Mustika yang berdiri tahun 2017 untuk mengubah limbah menjadi sesuatu yang menghasilkan manfaat.

PLN Peduli turut hadir untuk berkolaborasi memberikan mesin pencacah atau crusher dan pelatihan agar pupuk mempunyai nilai jual yang tinggi.

Hadirnya mesin pencacah dengan energi listrik membuat pupuk yang diproduksi Kopi Dara menjadi lebih halus sehingga kualitas lebih meningkat. 

“Kami sangat senang mendengar produksi Kopi Dara kian meningkat meskipun dalam kondisi pandemi. Apalagi peningkatan produksi ini sejalan dengan meningkatkan kebutuhan masyarakat akan Kopi Dara," ungkap Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya.

"Kebermanfataan ini tentu membawa dampak positif bagi masyarakat yang berprofesi sebagai pengupas bawang serta berkontribusi terhadap pengelohan limbah dan sampah di Jakarta," sambungnya.

Awalnya, pupuk hanya digunakan untuk kebutuhan anggota kelompok tani maupun Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar