Awalnya Sayang, Ujungnya Pengadilan, Sidang Ayu Thalia Memanas, Bawa Nama Ahok, Nicholas Sean: Rakyat Indonesia Sebodoh itu Ya? 

Kamis, 7 Juli 2022 20:16 WIB

Share
Awalnya Sayang, Ujungnya Pengadilan, Sidang Ayu Thalia Memanas, Bawa Nama Ahok, Nicholas Sean: Rakyat Indonesia Sebodoh itu Ya? 
Selebgram Ayu Thalia dan anak Ahok, Nicholas Sean saat masih mesra -mesranya.(ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sidang terkait dugaan pencemaran nama baik Nicholas Sean dan Ayu Thalia terus bergulir dan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara pada Kamis (7/7/2022). 

Sidang beragendakan pemeriksaan saksi ini menghadirkan kedua teman Nicholas Sean, Jimmy Santoso dan Selvia. 

Dalam kesempatan itu, nampak hadir Nicholas Sean dan kuasa hukumnya, Juanda Wahid menemani kedua temannya untuk memberikan kesaksian.   

"Saya mau dukung teman teman saya aja. Mereka kan jadi saksi karena saya ya. Jadi kaya saya dukung aja, saya senang mereka udah jadi saksi. Ini kan ribet untuk orang awam. Jadi saya temenin lagi ada waktu saya liatin saya temenin aja, " ujar Nicholas Sean, saat ditemui Poskota.co.id pada Kamis (7/7/2022). 

Saat persidangan berlangsung, tim kuasa hukum terdakwa Ayu Thalia, Pitra Romadoni, bertanya kepada saksi Jimmy Santoso terkait tangkapan layar pemberitaan Ayu dan Sean yang dibagikan Jimmy kepada Sean yang kini menjadi barang bukti di pengadilan. 

Pihak kuasa hukum Ayu Thalia bertanya kepada Jimmy terkait tangkapan layar berita mana tepatnya yang menyebut nama Nicholas Sean sebagai pelaku yang menganiaya Ayu. 

"Pertanyaan saya, apakah di dalam berita yang saudara screenshot itu ada mengatakan terdakwa menyebutkan nama Nicholas Sean secara langsung? Karena kan ini soal pencemaran nama baik. Ada gak dia menyebutkan," tanya Pitra kepada Jimmy, teman Nicholas Sean. 

"Saya hanya bisa sampaikan sebagai orang awam kesimpulan yang saya dapat " jawab Jimmy. 

"Bukan kesimpulan," kata Pitra langsung memotong jawaban Jimmy 

Saat itu, sempat memanas dan terjadi adu mulut di antara Kuasa Hukum Ayu Thalia dan Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar