Terbukti Sah Milik Negara, Lahan TNI AL di Kelapa Gading Tak Bisa Dieksekusi Pengadilan
Kamis, 7 Juli 2022 15:47 WIB
Share
ILUSTRASI-mafia tanah. (net)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Mafia tanah menyasar siapa saja. Tak hanya masyarakat kecil. Bahkan institusi TNI pun bisa jadi korban. 

Lahan milik TNI Angkatan Laut seluas 32 hektare di Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara diklaim oleh sejumlah pihak.

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Laksamana Muda (Laksda) Nazali Lempo mengungkapkan, lahan TNI AL itu mulai diklaim sejak 1996.

Kala itu, lahan tersebut digugat oleh tujuh pihak. Dari ketujuh penggugat itu, enam di antaranya kalah dan tersisa satu orang yang berhasil memenangkan gugatan.

"Jadi, kami tinggal satu lagi menghadapi (penggugat) Soemardjo. Dulu Soemardjo ini kalah. Tapi pas perjalanan waktu, tahu-tahunya ia menang," kata Nazali dalam keterangannya, Kamis (11/11/2021).

Setelah diusut, lanjut Nazali, ternyata Soemardjo menggunakan dokumen palsu untuk mengklaim lahan tersebut. Ini dibuktikan lewat pemeriksaan yang dilakukan oleh Labkrim Puslabfor Bareskrim Polri.

"Setelah dicek, kok ada gross akte dua. Kami laporkan ke Bareskrim, setelah diselidiki Puslabfor Mabes Polri ternyata yang punya TNI AL itu identik. Jadi, bahasa hukumnya punya kami tuh asli, tapi punya dia tidak identik, tidak asli," tuturnya.

Karena gugatan yang diajukan Soemardjo lolos, maka dia pun mulai melakukan eksekusi atas lahan tersebut. Namun, eksekusi gagal.

Eksekusi itu gagal, terangnya, bukan karena TNI AL melawan dengan cara kekerasan. Melainkan, karena tanah itu adalah milik negara, sehingga eksekusi tak bisa dilakukan.

Nazali menyebutkan, memang ada aturan yang menyatakan bahwa jika sebuah lahan terdaftar sebagai aset negara tidak boleh dipindahtangankan ke pihak manapun.

Halaman
1 2