Geger, 7 Gadis Jadi Korban Perdagangan Manusia, Salah Satunya Warga Bekasi, Dipaksa Layani Pria Hidung Belang di Bangka Belitung

Kamis, 14 Juli 2022 14:00 WIB

Share
Ilustrasi korban pelecehan seksual. (Foto: Ist)
Ilustrasi korban pelecehan seksual. (Foto: Ist)

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Remaja berusia 17 Tahun berinisial T asal Cikarang Bekasi jadi korban perdagangan manusia, oleh oknum penyalur kerja yang memperkerjakan sebagai malam kupu-kupu malam di kepulauan Bangka Belitung.

Korban yang kini telah pulang ke rumahnya, sebelumnya telah dilakukan penjemputan oleh pihak Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kabupaten Bekasi, Perlindungan Perempuan dan Anak di Bandung Jawa Barat, Jumat (8/7/2022) lalu.


Kepala UPTD PPA Kabupaten Bekasi, Fahrul Fauzi mengungkapkan, pihaknya mendapatkan laporan adanya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari UPTD PPA provinsi Jawa Barat.

Dijelaskannya, remaja tersebut sempat diamankan di Polda Bangka Belitung, hingga akhirnya dikabarkan ke unit PPA di Jawa Barat.

"Awalnya korban bersama temannya diamankan oleh Polda Bangka Belitung, jadi korban ini diproses oleh Polda Bangka Belitung, BAP, ini tersangka penyalurnya," ujar Fahrul Fauzi kepada Jakarta.Poskota.co.id, Kamis (14/7/2022).

Korban yang telah bekerja selama enam bulan lamanya, sejak awal tahun 2022 lalu, ketika di BAP, lalu diserahkan ke dinas terkait ke daerah asalnya masing masing.


Fahrul menyebut, terdapat korban TPPO sebanyak tujuh orang dari Jawa Barat termasuk T dari Kabupaten Bekasi.

"Lalu UPTD Bangka Belitung memulangkan ke UPTD Jawa Barat, jadi ada tujuh orang di Jawa Barat. Tujuh orang ini Kota kabupaten, Garut, Tasik , Karawang, dan kabupaten Bekasi,"ungkapnya.

Mendapatkan laporan tersebut, pihaknya dihubungi oleh dinas terkait untuk melakukan penjemputan di Bandung Jawa Barat.

Pada Jumat (8/7/2022), pihaknya kembali melakukan Assessment terhadap korban.

Halaman
Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar